Imam Malik berkata kepada Abu Ja’far; “Sesungguhnya para sahabat Rasululloh SAW tersebar dibarbagai kota, setiap mereka memiliki ilmu tertentu. Jika saya membawa mereka pada satu pendapat, maka akan muncul fitnah“(sumber MR)
Arsip Bulanan: Februari 2012
Abu Hanifah dan Ilmuwan Atheis
Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi. Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya. baca selanjutnya…
Dialog Imam Ghazali dengan empat muridnya
Suatu ketika Imam Ghazali menanyakan sesuatu hal yang sangat urgent dalam kehidupan manusia kepada ke empat muridnya, yang sesungguhnya dialog itu sebagai upaya seorang Guru mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya melalui metode dialogis, agar sang murid lebih memahami dan mempunyai perhatian yang sangat serius untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. baca selanjutnya…
Orang Jujur menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah
Orang yang jujur yang kuat adalah orang yang betah bersama Alloh SWT, baik pada saat banyak orang maupun pada saat sendiri. Orang yang jujur namun lemah adalah orang yang betah bersama Alloh SWT saat sendiri saja, tetapi tidak pernah betah tatkala banyak orang. Orang yang sakit adalah orang yang betah bersama Alloh SWT ditengah banyak orang, tetapi tidak betah tatkala sendiri dan sepi(Ibnu Qoyyim Al-jauziyyah).
Pesan Imam Syafi’i tentang dunia
Wahai saudaraku, dunia adalah sesuatu yang licin dan menggelincirkan, dunia merupakan negeri yang sangat hina, keramaiannya menuju kegersangan, penghuninya menuju kuburan, apa yang di kandungnya berpotensi untuk mencerai beraikan, kekayaannya menghantarkan kepada kefakiran, banyak membelanjakannya akan membawa kesulitan, tetapi kesulitan didalamnya sesungguhnya adalah sesuatu yang mudah.
Karenannya, waspadalah dan berlindulah kepada Alloh SWT, puaslah dengan rizki yang dianugerahkan Alloh SWT, janganlah berhutang dalam negeri yang fana lalu di bawa ke negeri akherat yang abadi, sehingga membuat sengsara. Sesungguhnya kehidupan di dunia laksana fatamorgana yang segera lenyap dan bagaikan tembok goyang yang segera roboh. Oleh karena itu perbanyaklah amal dan perpendeklah angan-angan”