RSS

Arsip Bulanan: Februari 2012

Pesan Lukman Al-Hakim kepada anaknya

  • Janganlah kamu menyibukkan dirimu dengan urusan dunia, kecuali sesuai kadar sisa usia kamu;
  • Sembahlah Rabb-mu sesuai kadar kebutuhan dirimu kepada-Nya;
  • Beramallah untuk akheratmu sesuai kadar kedudukan apa yang kamu inginkan di akherat kelak;
  • Hendaknya kesibukanmu adalah bagaimana melepaskan belenggu dirimu dari neraka yang belum jelas apakah kamu nanti akan selamat atau tidak darinya;
  • Hendaknya kelancanganmu kepada perbuatan maksiat sesuai kadar kesabaran dan kesanggupanmu merasakan azab Alloh SWT di neraka nanti; 
  • Bila kamu memang ingin melakukan perbuatan maksiat, maka carilah tempat yang tidak bisa dilihat oleh Alloh swt dan tidak bisa juga dilihat oleh malaikat.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2012 inci Tokoh dan Keteladanan

 

Tag: ,

Tanggung jawab Umar bin Abdul Aziz terhadap rakyatnya

Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz sangat memprioitaskan kesejahtera rakyat dan tegaknya keadilan. Fathimah binti Abdul Malik pernah menemukan suaminya sedang menangis di tempat biaya Umar melaksanakan shalat sunnah. Fathimah berusaha membesarkan hatinya. Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Wahai Fathimah, sesungguhnya saya memikul beban umat Muhammad dari yang hitam hingga yang merah. Dan saya memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit dan tersia-siakan, orang-orang yang tak sanggup berpakaian dan orang yang tersisihkan, yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat, tapi hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan itu di seluruh pelosok negeri. Saya tahu dan sadar bahwa Tuhanku kelak akan menanyakan hal ini di hari Kiamat. Saya khawatir saat itu saya tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan Tuhanku. Itulah yang membuatku menangis.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2012 inci Tokoh dan Keteladanan

 

Tag: ,

Cara Umar bin Abdul Aziz mensikapi Bid’ah

Suatu ketika Abdul Malik, putra Umar b Abdul Aziz, menemui ayahnya, dan berkata, ”Wahai Amirul Mukminin, jawaban apa yang engkau persiapkan di hadapan Allah swt. di hari Kiamat nanti, seandainya Allah menanyakan kepadamu, ’Mengapa engkau melihat bid’ah, tapi engkau tidak membasminya, dan engkau melihat Sunnah, tapi engkau tidak menghidupkannya di tengah-tengah masyarakat?’

Umar b Abdul Aziz menjawab, ”Semoga Allah swt. mencurahkan rahmat-Nya kepadamu dan semoga Allah memberimu ganjaran atas kebaikanmu. Wahai anakku, sesungguhnya kaummu melakukan perbuatan dalam agama ini sedikit demi sedikit. Jika aku melakukan pembasmian terhadap apa yang mereka lakukan, maka aku tidak merasa aman bahwa tindakanku itu akan menimbulkan bencana dan pertumpahan darah, serta mereka akan menghujatku. Demi Allah, hilangnya dunia bagiku jauh lebih ringan daripada munculnya pertumpahan darah yang disebabkan oleh tindakanku. Ataukah kamu tidak rela jika datang suatu masa, dimana ayahmu mampu membasmi bid’ah dan menghidupkan Sunnah?”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2012 inci Tokoh dan Keteladanan

 

Tag: , ,

Keutamaan Baitul maqdis dan Al-aqsha

Bagi umat islam, baitul maqdis dan al-aqsha tidak hanya menjadi bukti sejarah terhadap dakwah dan perjuangan para Nabi dan generasi pelanjutnya, tetapi juga menjadi symbol harga diri dan kemulian umat islam, karena memiliki kedudukan istimewa dan beberapa keutamaan yang Alloh SWT berikan, diantaranya:

1. Sebagai Kiblat pertama umat islam baca selanjutnya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2012 inci Melingkar Bareng

 

Tag: ,

Valentine Day

Tanggal 14 Februari menjadi hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan valentine day. Dan hari itu dirayakan oleh semua manusia didunia dari berbagai latar belakang agama dan budaya,walaupun tidak sesuai dan sejalan dengan agama dan budaya mereka. Para generasi muda merayakan valentine day dengan makna yang sangat sempit, yaitu bagaimana mereka pada hari itu mengaktualisasikan cinta dan kasihnya dalam bentuk “tanda kasih” dengan melakukan pergaulan bebas antara lawan jenis, mereka saling bermesraan satu sama lain tanpa ada ikatan yang sah, bahkan ada yang menjadi ajang untuk membuktikan apakah diantara mereka berdua benar-benar saling menyayangi atau tidak, sehingga seorang gadis mempersembahkan mahkota yang paling berharga kepada pasangannya sebagai bukti cinta sebelum akad nikah. baca selanjutnya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Februari 2012 inci Lintasan Pikiran

 

Tag: ,