RSS

Ambon Manise………

05 Apr

Tepat tiga tahun aku merantau ke  Ambon karena mutasi kerja, alhamdulillah Alloh SWT mengabulkan doaku agar bersama dengan anak istriku di Kota Malang yang terkenal kota pelajar dan dingin…walaupun sekarang mulai macet….

Sedikit saya ingin menuliskan tentang Ambon Manise……

Ketika  aku di mutasi kerja di Ambon, yang terbayang dalam benak ku adalah kota dengan mayoritas penduduknya beragama non muslim(nasrani), karena beberapa info info yang aku peroleh selama ini baik melalui media maupun dari teman teman  sebelumnya, apalagi sebelumnya pernah terjadi kerusuhan sara yang memakan banyak korban antara kedua belah pihak(Muslim dan Nasrani)….

Permusuhan dengan pertumpahan darah yang berakibat fatal dan membuat kota lumpuh telah terjadi waktu itu sekitar tahun 1999 pasca reformasi 1998, entah siapa dalangnya, siapa yang memulai dan apa motifnya serta siapa yang diuntungkan masih menjadi misteri, tetapi sepertinya masyarakat Maluku(muslim dan Nasrani) saling menyadari efek dari pertumpahan darah bagi kehidupan mereka dan anak cucunya, sehingga upaya perdamaian yang digagas berbagai pihak akhirnya bisa terwujud dengan perjanjian damai antar kedua belah pihak yang diabadikan dalam bentuk monumen “Gong Perdamaian” yang diletakkan di pusat kota Ambon dekat lapangan Mardika, depan kantor Gubernur Maluku….

Hasil gambar untuk benteng amsterdam ambon

Gong Perdamaian Ambon

Sebelum berangkat ke Ambon, banyak temen dan saudara yang berpesan, agar berhati hati mencari tempat kost, karena daerah rawan konflik, bahkan sampai sekarangpun Simbok ku masih selalu berpesan ” Sun(panggilan masa kecilku), ojo gae masalah karo wong Ambon, kudu sing ati ati”, Jawabku “Nggih Mbok, insyaAlloh, tiyang Ambon, sae sae kok” ….

Sebelumnya memang tidak pernah kebayang akan pindah tugas ke  Ambon, karena pada saat diminta memilih kota tujuan tempat kerja baru, Ambon tidak termasuk dalam pilihanku..karean kalau gak salah pilihanku waktu itu Mataram, Banjarmasin, dan Denpasar untuk yang diluar jawa…pertimbangannya biaya tiket lebih murah…hehehe..
Tetapi itulah Kuasa Alloh SWT terhadap hamba-Nya…manusia boleh merencanakan dan berdoa,,tetapi keputusan hasil itu hak mutlak Alloh SWT, sebagai orang beriman harus yaqin…dan tentunya banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil…..

Bahkan istriku sempat menangis, ketika aku beritahu dipindah ke Ambon, karena kami sudah 7,5 tahun hidup berjauhan dengan istri dan anak2ku dan mjd bulok(bujang lokal), istriku bersama anak2 tetap tinggal di rumah Malang, sedang aku tinggal di Jakarta,,bertemu sekitar 2-3 kali dalam sebulan…dan saat aku pergi kerja di Jakarta, anakku sulung baru masuk sekolah jenjang SMP dan istriku hamil ke 9 dari anakku yang sekarang jumlahnya sekarang 6, karena 3 kali kehamilan sebelumnya mengalami keguguran…..

Alhamdulillah setelah sampai di Kota Ambon, nge kost di daerah Kebun Cengkeh sekitar satu bulan, kemudian tinggal di mess kantor di daerah Galunggung, Batu Merah dekat dengan masjid Al-Furqon sehingga bisa istiqomah menunailkan sholat berjamaah di masjid, setelah beberapa lama bergaul dengan jamaah dan takmir masjid, kadang yaa diminta menjadi imam pengganti sholat rawatib dan kadang diminta menjadi khotib jumá’at, alhamdulillah minimal bisa bersilaturahim dengan warga disekitar mess.

Di mess tinggal bareng bareng sama teman teman yang masih muda muda yang seumuran dengan anak2 saya yang barep dan yang nomer dua, karena punya nasib sama sebagai perantauan yang berasal Jawa, Jakarta dan Sumatera, sehingga diriku bisa dikatakan penghuni mess paling tua umurnya. Tinggal di mess sebagai pilihan, karena lumayan bisa menekan pengeluaran untuk kost, karena cuma kena beban bayar listrik,air dan kebersihan..cukup murah jika dibandingkan dengan sewa kamar…

Setelah sekian lama aku tinggal di Ambon..ternyata masyarakatnya tidak seserem yang terceritakan, biasa dan wajar saja, bahkan diantara orang orangnya suka menegur dengan ucapan…Selamat Pagi Bapak, Selamat Sore Bapak, Permisi Bapak, Pak….dll
Kota Ambon adalah ibukota Provinsi Maluku, yang merupakan provinsi kepulauan, terdiri dari 9 Pemerintah Kabupaten(Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepuauan Aru, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat,dn Maluku Barat Daya) dan 2 Pemerintah Kota(Ambon dan Tual), sebelumnya wilayah Maluku Utara masuk dalam Provinsi Maluku,kemudian terjadi pemekaran menjadi menjadi Provinsi tersendiri….

Berdasarkan data BPS Provinsi Maluku dalam Angka 2017, komposisi masyarakat berdasarkan agama, khusus Kota Ambon mayoritas beragama Kristen (Protestan dan Katolik), yaitu: Islam: 41,99%, Kristen: 57,68%, sedang keseluruhan penduduk Provinsi Maluku mayoritas beragama islam, yaitu: Islam: 50,59% , Kristen : 48,55%, dan pasca kerusuhan tahun 2000, mereka bertempat tinggal mengelompok berdasarkan agama…klo masyarakat muslim banyak bertempat tinggal di wilayah negeri Batu Merah, Waihong, sedangkan sedangkan orang kristen bertempat tinggal disekitar Karang Panjang, Air Salobar, Amahusu, Kuda Mati,dll…

Ketika dalam  perjalanan dari arah Bandara Patimura menuju Kota Ambon, nampak di kanan kiri di hiasi Gereja sampai di pusat kotanya juga banyak didominasi Gereja…

Untuk daerah disekitar Air Mata Cina merupakan perkampungan muslim (tahun 2011 pernah diserang oleh sekelompok masa kriten) dan daerah Waihong juga masih daerah muslim yang tepatnya di jalan Sultan Baabullah telah berdiri bangunan bersejarah Masjid Jami’  yang dibangun sekitar tahun 1895M dan Masjid Raya Al-Fatah yang berada tepat disamping Masjid Jami” yang berdiri sekitar tahun 2011, dua masjid yang berdiri berdampingan itu bukan karena perbedaan madzab atau aliran, tetapi karena jumlah umat muslim di Ambon semakin banyak, sehingga untuk menampung jamaah perlu dilakukan perluasan masjid. Supaya perluasan masjid tidak menghilangkan sejarah, maka Masjid Jami’ tetap dibiarkan dengan desain seperti semula, kemudian dibangun Masjid Raya Al-Fatah yang lebih luas dan lebih besar di tanah hibah wakaf disebelah masjid Jami’. Kedua masjid sama sama digunakan untuk menunaikan sholat lima waktu, kecuali untuk sholat Jumát hanya dipusatkan di Masjid Raya Al-Fatah.

IMG_20151110_193128

IMG_20151110_192736

Masjid Jami’

Hasil gambar untuk masjid raya al fatah ambon

Masjid Raya Al-Fatah

Kalau membuka lembaran sejarah tentang Maluku, sebenarnya agama islam sudah masuk Maluku sebelum penjajah Portugis datang tahun 1512 M kemudian dilanjutkan penjajah Belanda tahun 1580 M, dengan bukti berupa bangunan Masjid Wapauwe di daerah Hitu, Kabupaten Maluku Tengah. Masjid Wapaune sebelumnya Masjid Wawane yang didirikan oleh Pernada Jamilu, seorang keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara) yang menyebarkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly pada tahun 1400 M .(https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Wapauwe).

masjid Tua WapauneIMG_20151220_143618IMG_20151220_143507

Masjid Tua Wapaue

Selain Masjid Wapaue di Daerah Hila, Kabupaten Maluku Tengah, berdiri juga Gereja Tua Hila yang lokasinya tidak jauh dari Benteng Amsterdam. Gereja Tua Hila berdiri pada masa penjajahan Protugis dan VOC Belanda sekitar tahun 1659 M, berdirinya gereja di negeri Hila yang penduduknya muslim, karena agama yang dipeluk penjajah Portugis dan Belanda adalah Kristen.

Hasil gambar untuk gereja tua maluku

Gereja Tua di dekat Benteng Amsterdam

Hasil gambar untuk benteng amsterdam ambon

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 April 2019 inci Perjalanan

 

Tinggalkan komentar