Kenalan dengan Corona
Dunia saat ini sedang di guncang dengan munculnya makhluk ghoib yang namanya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) atau yang lebih dikenal dengan Virus Corona. Corona merupakan jenis dari virus yang sudah ada sejak beberapa abad yang lalu dengan nama yang berbeda beda. Virus yang pernah mewabah di dunia sebelum Corona yang menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi adalah (Middle East Respiratory Syndrome))-Cov, SARS(Severe Acute Respiratory Syndrome) dan Ebola.
Virus merupakan nonmakhluk hidup yang berukuran mikro dan menjadi parasit obligat pada makhluk hidup. Apa artinya hal “obligat” tersebut. Artinya virus tidak akan dapat “hidup” tanpa berada dalam makhluk hidup. Artinya virus dapat dikatakan sebuah entitas nonseluler yang tersusun protein yang hanya melakukan infeksi terhadap inang dan memperbanyak diri. Virus tersusun atas DNA dan RNA, serta dilapisi oleh protein di bagian luarnya. Meski ukurannya terbilang “mini”, tapi virus yang masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Terlebih karena ukuran virus yang tidak kasat mata sehingga menyulitkannya untuk terdeteksi dengan mudah. https://rakyatrukun.com/
Virus Corona muncul pertama kali pada Desember 2019 di Kota Wuhan yang merupakan ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok dan kini telah tersebar di 212 negara di dunia, dengan jumlah 1.521.252 kasus terkonfirmasi, meninggal 92.798 orang(WHO Data Last update: 10 April 2020, 07:00 GMT+7). Sedangkan di Negara Indonesia jumlah datanya 3.512 positif, 282 sembuh dan 306 meninggal (https://www.covid19.go.id/)
Berdasarkan data dan informasi di atas, menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 sangat masif, karena dalam waktu 4 bulan sejak muncul di Wuhan,Cina kini sudah tersebar di 212 negara, sehingga setiap individu maupun negara harus waspada dan segera mengambil langkah langkah antisipatip untuk preventif maupun kuratif agar penyebarannya bisa diputus atau dihentikan.
Penyebaran Covid-19 ini menurut WHO tidak melalui udara tetapi melalui Droplets(tetesan air liur) dan Fomites(muntahan) dalam kontak dekat tanpa pelindung antara orang yang terinveksi dengan orang tanpa patogin penyakit. Sehingga upaya pencegahan yang dianjurkan dengan sering cuci tangan, tidak menyentuh mata dan hidung dengan tangan, ,menjaga jarak sekitar 2 meter(social distancing), menutup mulut dan hidung saat bersin/batuk/pakai masker. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20200402
Kehadiran Covid-19 berpengaruh cukup besar dalam sendi sendi kehidupan umat manusia baik skala individu maupun negara, baik dalam aspek ibadah, ekonomi maupun politik.
Pola penyebaran Corona
Cotrona menyebar secara masif melalui percikan drophet saat bersin dan batuk, sehingga membuat beberapa negara mengambil kebijakan lockdown untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus dengan melarang terjadinya perkumpulan masa dalam satu tempat dan satu waktu. Ada yang mengambil kebijakan lockdown total suatu wilayah, misalnya Wuhan tempat muncul pertamakalinya virus, semua orang wajib Stay At Home, atau dalam skla negara, seperti Italia, atau ada juga yang mengambil kebijakan yang ragu ragu/setengah setengah, tetapi minimal mereka mengambil kebijakan menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus dengan menggantinya melalui belajar dirumah dengan cara daring, perkantoran dan perusahaan juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas kegiatan di kantor dengan diganti Work From Home(WFH), bahkan ada beberapa negara yang menutup masjid masjid agar tidak ada aktivitas sholat jamaah lima waktu dan tidak ada penyelanggraan sholat jumat, termasuk kegiatan Umroh juga dilarang, karena Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah juga ditutup oleh Pmemrintah Kerajaan Saudi, begitu juga tempat ibadah agama lainnya. Dan Indonesia termasuk negara yang mengambil kebijakan yang tidak lockdown total, karena mungkin masih ada kegamangan terkait multi efek yang akan terjadi jika opsi lockdown total diambil.
Sudut pandang
Mensikapi muculnya wabah Corona tersebut memunculkan beberapa analisa tentang penyebab wabah dan hikmah terjadinya wabah. Dalam setiap analisa sangat tergantumg pada sudut pandang dan latar belakang pembuat analisa. Ada yang menganalisa dari aspek religius, ada yang menganalisa dari aspek perang ekonomi dan politik atau juga ada yang menyebut perang asimtris….saya gak begitu paham juga opo maksud e..ilmu tingkat tinggi biasa ne..semacam ilmu intel intelan.
Misalnya ada yang mengatakan bahwa Covid-19 itu merupakan rekayasa manusia dalam bentuk perang menggunakan senjata biologis untuk pemusnahan. Sehingga sempat muncul diyoutube dengan judul Teror Virus Corona episode 18, tetapi oleh YouTube sudah dihapus karena dianggap melanggar Pedoman Komunitas YouTube. Entah siapa yang membuatnya, sempat menontonya sebelum dihapus , yang secara singkat menurut versi si pembuat video bahwa pencipta virus ini dari negara A*S, diantara alasannya karena dia satu satunya negara yang punya laboratoriun pengembangan virus, sebelum kejadian di Wuhan, Covid-19 sudah pernah terjadi dinegara tersebut dan telah membunuh banyak orang tetapi tidak terpublish oleh media, pertama kali virus disebarkan oleh tentara A*S yang ikut perlombaan di Wuhan tetapi dalam perlombaan tersebut karakteristik sebagai perwakilan sebuah negara yang selalu ingin menang tidak muncul disana, masifnya penyebaran virus di banyak negara tidak terlepas dari berita berita media yang menjadi corongnya sercara masif sehingga membuat orang mejadi ketakutan kemudian imuntisnya lemah danmudah virus tersebut menyerangnya. Upaya itu dilakukan karena ambisi ingin menjadi penguasa adidaya di dunia, walaupun harus mengorbankan rakyatnya sendiri, karena di negara tersebut juga termasuk terdampak dan mempunyai angka kematian yang tidak sedikit…..yaa mungkin ada benarnya mungkin juga ada melesetnya.. wong namanya juga analisa..
Ada juga yang menganalisa bahwa virus itu sengaja diciptakan oleh C*N sebagai negara yang menganut idiologi komunis yang ingin menguasai perdagangan di jalur Sutra. Untuk memenuhi ambisinya negara tersebut dengan sengaja mengorbankan sebagian wilayahnya sebagai tempat uji coba tumbuhnya virus covid-19. Sehingga kemunculannya mampu mengemparkan dunia dan merusak tatanan sosial dan ekonomi suatu negara. Alasan lainnya karena C*N termasuk yang paling siap dan sigap dalam menangani penyebaran virus tersebut, termasuk dalam menciptakan alat tes cepat corona(rapid tes), termasuk Negara Indonsia yang mengimpor ribuan alat tersebut, sehingga melihat ini segala sesuatunya seolah sudah dipersiapkan dengan matang. Tentunya dengan skenario ini harapannya negara negara lain yang terkena dampak akan tergantung dan membeli peralatan atau antivirus itu …walaupun kata beberapa dokter termasuk dokter dari negara tirai bambu yang saya pernah mendengar dan baca, bahwa virus ini belum ada obatnya yang ada adalah upaya memutus penyebarannya dengan cara selalu jaga kesehatan(tingkatkan imun dalam diri kita) dengan selalu minum Vitamin C dan Vitamin E, stay at home, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer dan air mengalir sebelum masuk rumah atau jika terpaksa keluar rumah selalu physical distancing dan pakai masker. Kondisi tersebut sempat berdampak pada kelangkaan Vitamin C, masker maupun handsanitizer, kalaulah ada harganya sangat tinggi…. apa itu yang dimaksud oleh pebuat analisa ..entahlah
Dari sisi religius, Covid-19 itu tidak terlepas dari kuasa Alloh SWT yang sedang mengirim tentaranya untuk mengazab orang orang yang ingkar kepadaNya, untuk memperingatkan orang orang yang sedang melalaikanNya atau untuk menguji orang orang yang mentaatiNya. namun kadang ada seorang ustad yang menyampaikan ceramahnya terlalu berlebihan bahwa “orang orang yang terkena virus ini hanya hanya orang orang yang tidak beriman kepada Nya, kalau ada orang2 beriman yang terkena berarti orang itu imannya hanya untuk main main saja, jika dia benar benar beriman dan beramal shalih pasti tidak terkena penyakit tersebut”. Mungkin sang ustad kurang ngopi(kalau meminjam istilah candaan sekarang) hehehe….
Sejarah Wabah Dalam Islam
Dalam sejarah kenabian Muhammad SAW pernah terjadi wabah penyakit Tha’un(semacam kolera) yang melanda kaum muslimin di Madinah pada tahun ke 6 Hijriah dan berkat doa Rasululloh SAW akhirnya penyakit itu hilang dan hanya terjadi sekali saja. Dan Rasululloh SAW juga menyampaikan bahwa di masa Bani Israil dan umat sebelumnya pernah ditimpakan wabah tha’un untuk menyiksa meraka , sebagaimana diriwayatkan dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abu Waqash dari bapaknya bahwa dia (‘Amir) mendengar bapaknya bertanya kepada Usamah bin Zaid: “Apa yang pernah kamu dengar dari Rasulullah Saw tentang masalah tha’un (wabah penyakit sampar, pes, lepra)?”. Maka Usamah berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tha’un adalah sejenis kotoran (siksa) yang ditimpakan kepada satu golongan dari Bani Israil atau kepada umat sebelum kalian. Maka itu jika kalian mendengar ada wabah tersebut di suatu wilayah janganlah kalian memasuki wilayah tersebut dan jika kalian sedang berada di wilayah yang terkena wabah tersebut janganlah kalian mengungsi darinya”. (Shahih Al-Bukhari No. 3214)(suaraislam.id). Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Hafshah binti Sirin bahwa ia menceritakan, Anas bin Malik berkata, “Rasulullah bersabda: Orang yang mati karena wabah thaun adalah mati syahid.”
Di masa Khalifah Umar bin Khatab pernah terjadi juga wabah penyakit Tha’un di Syam yang mematikan sekitar 20.000 orang, sehingga Umar saat itu bersama rombongan akan ke negeri Syam tetapi ketika mendengar terjadi wabah dan berdasarkan musyawarah dan nasehat para sahabat senior, kemudian mengurungkan kunjungan ke Syam dan kembali ke Madinah, bahkan sa sempat terjadi dialog dengan sahabat Abu ‘Ubaidah bin Jarrah dengan menyakan kepada Umar bin Khatabbertanya; “Apakah kita hendak lari dari takdir Allah?” Umar menjawab: ‘Mengapa kamu bertanya demikian hai Abu ‘Ubaidah? Agaknya Umar tidak mau berdebat dengannya. Beliau menjawab: “Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau mempunyai seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang mempunyai dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus. Bukanlah jika engkau menggembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan takdir Allah juga, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan takdir Allah?” Kemudian datang sahabat Nabi bernama Abdurrahman bin ‘Auf , dan berkata: “Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri.”
Ketika wabah tha’un melanda, Abu Ubaidah bin Jarrah ra sebagai Gubernur Syam waktu itu berkata berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya penyakit ini adalah rahmat dari Tuhan kalian dan panggilan dari Nabi kalian, juga (menyebabkan) kematian orang-orang sholih sebelum kalian”, dan Abu Ubaidah memohon kepada Allah swt agar mendapatkan bagian penyakit itu untuknya, sehingga terjangkitlah beliau dan wafatlah ia.
Kemudian digantikan oleh Muadz bin Jabal ra. lalu ia berkata sebagaimana Abu Ubaidah ra. berkata namun ia menambahkan dengan permohonan agar keluarganya pun mendapatkan penyakit tersebut, maka terjangkitilah putranya bernama Abdurrahman dan meninggallah, maka beliaupun berdoa bagi dirinya maka terjangkitilah ia seraya berkata: “Dengan ini, aku tidak mencintai sedikitpun bagianku di dunia.” lalu wafatlah beliau.
Kedua sahabat tersebut dengan keyakinan iman dalam dirinya mengambil sikap pasrah kepada Alloh SWT dan ingin menjadi bagian dari sabda Rasululloh SAW bahwa kematian karena penyakit tha’un termasuk syahid……sungguh luar biasa keimanan sahabat tersebut yang tidak ada rasa takut meninggal dunia.
Kemudian kepemimpinan digantikan oleh Amru bin Al-Ash ra, tetapi tidak mengambil sikap yang sama dengan pendahulunya. Ketika beliau melihat jumlah kematian yang semakin banyak akibat wabah penyakit tersebut, maka beliau ingin menyelamatkan umatnya dari wabah tersebut melalui idenya yang sangat gemilang, yaitu menyerukan agar setiap orang melakukan penyebaran diri atau istilah sekarang social atau physical distancing, agar wabah tersebut bisa dihentikan.
“Wahai manusia, sesungguhnya penyakit ini apabila menimpa maka ia akan bekerja bagaikan bara api maka bentengilah dari penyakit ini dengan berlari ke gunung-gunung.” (Diriwayatkan dari Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam kitab Badzal Maa’un hal 163)https://www.hidayatullah.com/ Dan akhirnya wabah tha’un bisa dihentikan dengan izin Alloh.
Sikap seorang Mukmin dalam menghadapi musibah
Terlepas dari berbagai analisa yang ada , sebagai seorang mukmin dalam menghadapi setiap musibah yang menimpa dirinya,harus menuadari bahwa hal itu bisa terjadi tidak terlepas dari kehendak Alloh SWT
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya : “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(QS Attaghobun :11)
Walaupun terkadang penyebab terjadinya musibah juga akibat ulah manusia sendiri
وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
Artinya “Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian) (Assyuraa :30)
Pada dasarnya seorang mukmin harus punya sikap yang jelas dalam menghadapi musibah, sikapitu diantaranya :
- Musibah sebagai Ujian, Alloh SWT akan selalu menguji hambanya untuk mengangkat derajatnya semakin tinggi dihadapan Alloh SWT. Dan biasanya berat dan ringannya ujian tergantung kualitas keimanan masing masing, para Nabi & Rasul adalah yang paling berat ujiannya, kemudian orang orang beriman dan seterusnya…. Contohnya ujian yang dilalami N.Ayyub as dengan penyakit yang dideritanya, Ujian N.Ibrahim as yang harus dibakar oleh Namrud, Ujian N Muhammad SAW yang di lempari kotoran hean, percobaan pembunuhan dll….dengan ujian dituntut agar selalu sabar menerimanya agar lulus menjadi hambaNya yang layak mendapat derajat yang lebih baik.
- Musibah sebagai peringatan, Alloh SWT sangat sayang dan Maha Pengampun terhadap hambaNya yang melakukan kekeliruan dan kesalahan. agar kembali di jalan yang lurus maka diberikan musibah. Orang yang beriman dan berakal akan merasakan hal tersebut, sehingga dirinya agar segera bertaubat …sikap seorang mukmin menghadapi musibah yang dialami sebagai peringatan adalah dengan bersyukur dan segera memperbaiki diri.
- Musibah sebagai siksaan(azab), jika musibah sudah menjadi azab maka tidak ada waktu lagi untuk menyesal dan kembali kejalan yang benar yang ada hanyalah penyesalan yang tiada berguna…sehingga hal ini menjadi peringatan bagi yang masih hidup didunia agar tidak meniru perbuatannya.
- Tetap semangat, selalu bahagia dan banyak berzikir agar imun dalam tubuh kita semakin kuat sehingga virus dak bisa masuk…….Wallohu’alam
Hikmah dibalik musibah
Tidak ada yang diciptakan Alloh SWT di muka bumi ini, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik yang membuat kesedihan bagi manusia maupun yang membuat kesenangan manusia menjadi sia sia bagi orang orang yang menggunakan akalnya secara positif, tetapi juga ada beberapa hikmah yang bermanfaat bagi manusia yang mau menyadarinya, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Imran :
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Al-Imran 191).
Terlepas apakah musibah Covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini rekayasa atau konspirasi yang dibuat manusia, tetapi jika semua itu tanpa seizin Alloh SWT Dzat yang menciptakan langit dan bumi serta seisinya, maka wabah ini tidak akan pernah terjadi. Setiap kehendak Alloh SWT dimuka bumi ini walaupun terasa menyedihkan bagi manusia tetap ada pelajaran atau hikmah dibaliknya yang bisa menjadi pengingat serta pembelajaran yang bermanfaat bagi kita semua, diantarnya :
a. Kebersamaan dengan keluarga
Seruan untuk menghambat penyebaran covid 19 agar menerapkan pola Stay At Home, membuat para anggota keluarga bisa selalu menjalin kebersamaan di rumah yang selam ini mungkin jarang dilakukan karena masing masing mempunyai aktivitas sendiri sendiri, sehingga untuk bisa menemukan waktu kebersamaan kadang agak sulit, tetapi dengan #tetapdirumahsaja, banyak aktivitas kebersamaan yang bisa dilakukan walaupun mungkin juga tidak sesempurna yang diharapkan, misalnya makan bersama, sholat lima waktu berjamaah dirumah, sholat teraweh berjamaah dirumah, bahkan sebenarnya jika mampu memanfaatkan aktivitas tersebut bisa menjadi sarana membangun pola komunikasi yang lebih santai dan elegan antara anggota keluarga( anak dengan orang tua atau antara sesama saudara) yang mungkin selama ini tidak terbangun dengan baik
b. Selalu menjaga kebersihan
Agar virus Covid 19 tidak menjangkiti setiap orang melalui tangan, mulut, hidung, dan mata, maka diserukan agar menjaga kebersihan badan terutama tangan, kebersihan rumah, dan makanan dengan selalu cuci tangan pakai sabun, atau cuci tangan pakai hand sanitizer, menyemprot atau mengelap setiap benda yang sering disentuh tangan orang dengan cairan desinfektan, lebih sering mengepel lantai, selalu menjaga wudlu,dll
c. Berkembangnya ilmu pengetahuan
Covid-19 walaupun secara umum mempunya sifat yang tidak berbeda dengan virus virus yang pernah muncul sebelumnya, tetapi mempunyai pola penyebaran yang lebih cepat dan masih belum ditemukan vaksin untuk membrantasnya, sehingga para peneliti melakukan banyak peneltian terhadap virus tersebut untuk menegtahui karakteristiknya dan berupaya menemukan vaksinnya, dalam ilmu pengetahuan dan teknologi banyak juga terjadi penemuan penemuan alat alat yang digunakan untuk mendeteksi secara cepat penyebaran virus pada manusia, misalnya ; alat rapid test covid 19 ciptaan Abbott Laboratories dari Amerika Serikat yang diberi nama ID Now Device mampu mendeteksi seseorang terjangkit virus atau tidak dalam waktu 5 menit(https://inet.detik.com/science/), Nusantara TFRIC-19 buatan CTO Nusantics Revata Utama BPPT di Indonesia yang bisa mengidentifikasi strain Covid-19(https://www.tagar.id/), aplikasi pelacakan virus 19 bernama FightCovid19.id buatan Ahmad Alghozi yang sudah diuji coba di Provinsi Bangka Belitung(https://www.cnnindonesia.com/teknologi/) …dan seterusnya masih banyak lagi, dan akan akan terus berkembang…beginilah cara Alloh SWT mengajari manusia…tetapi banyakmanusia tidak bersyukur?
d. Mengatasi kemacetan dan membuat udara bersih
Upaya yang dilakukan negara untuk menghentikan penyebaran virus dengan melakuakn lockdown atau PSBB(Pembatasan Sosial Berskala Besar) suatu daerah, sehingga aktivitrtas kendaraan darat, laut dan udara diberhentikan sementara, kantor dan pabrik pabrik juga ditutup sementara berdampak positip tidak adanya kemacetan dan kebisingan suatu kota, dan karbon dioksida yang dikaleuarkan oleh asap mobil dan pabrik yang mengotori udara menjadi berkurang sehingga oksigen semakin banyak membuat udara makin bersih dihirup manusia.
e. Kesetiakawanan Sosial meningkat
Sebagi akibat kebijakan lockdown/PSBB, stay at home menimbulkan dampak sosial ekonomi yang tinggi terutama para pekerja swasta yang kantor atau pabriknya ditutup sementara, para pekerja harian lepas(pengayuh becak misalnya) makin sepi , sehingga suasana ini membuat orang orang yang mempunyai kecukupan rizki untuk betahan dalam dalam waktu lama berbondong bondong memberikan bantuan kepada mereka yang mengalam dampak covid 19 ini dari sisi ekonomi, misalnya Kanwil DJP Jawa Timur III Peduli Corona dengan menghimpun dana dari karyawannya kemudian dibelikan kebutuhan pokok dan dibagikan kepada meraka yang terkena dampak, atau kelompok orang berinisiatip mengajak teman teman almuninya yang sudah berpenghasilan untuk peduli terhadap mereka yang kekurangan, atau partai politik sebagi bentuk tanggung jawab sosial kepad konstiuen juga memberikan gaji anggota dewannya untuk membantu orang orang yang terdampak, dll
e. Tanggung jawab pemimpin/pejabat meningkat
Penyebaran virus 19 yang semakin masif yang berdampak pada sosial ekonomi masayarakat, menjadikan sebagai para pemimpin dan pejabat untuk berpikir keras dalam menanggulangi dan mencegah cavid 19 tersebar , sehingga beberapa kebijakan harus secara cepat dan tepat diambil agar tidak semakin parah yang membuat negara jatuh dan hancur akibat wabah tersebut dengan tetap memperhitungkan solusi dampak yang akan timbul nantinya, contohnya kebiajakn insentif pajak melalui penurunan tarif dan relaksasi pelaporan yang tentunya akan berdampak menurunnya target penerimaan pajak sebagai penopang APBN, pengalihan pos anggaran tertentu untuk penangan musibah covid 19, penanggukan pembayaran kredit, dan termasuk kebiajak penerapan PSBB aupu Lockdown dll. Ketika seorang pemimpin atau pejabat tidak segera tanggap terhadap permaslahan dalam masyarakat dan memberi solusi yang tepat, maka dapat dikatakan pemimpin yang kurang bertanggung jawab.
~~ai~~