عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau bersabda, ”Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim)
- Ucapkan Salam jika bertemu
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya :Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”(25:63)
2. Memenuhi undangan adalah kewajiban seorang Muslim
3. Ciri ciri orang beriman adalah saling memberi nasehat sesama muslim dalam kebenaran dan kesabaran (Alasyr: 1-3)
4.Mendoakan ketika bersin bahkan kepada orang yg belum dikenal sebelumnya , hal ini akan menunjukkan betapa orang yg didoakan akan merasakan bahwa disebelahnya ada saudara sesa ma orang yg beriman yg membuat dirinya tenang
5. Sakit menjenguk dan mendoakan
Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya sesama muslim karena Alloh SWT, maka malaikat akan berseru kepada-nya, ” Kamu dalam keadaan baik dan baik pula tempat tujuanmu, kamipun akan ditempatkan di syurga(HR.Myslim)
6. Takziah
Barangsiapa menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya pahal satu qirath.Barangsiapa menyaksikan hingga dimakamkan ,maka baginya dua qirath”Seorang sahabat bertanya, ” Apakah dua qirath itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab,”seperti dua gunung yang besar”(Muttafaqun ‘alaihi)