RSS

Final Destination

26 Jul

Pada tahun 2000 pernah di rilis film barat bergenre horor berjudul ” Final Destination” yang disutradarai James Wong. Animo penonton terhadap film horor memang luar biasa yang tentunya menghasilkan cuan yang banyak sebagai industri bisnis film, maka dirilislah seri kedua, namun dengan sutradara yang berbeda, karena film kedua juga punya animo penonton yang tinggi juga, maka terus dilanjutkan ke seri ketiga, ke empat hingga seri ke lima yang masing masing berdurasi sekitar 90 menit. Secara singgat film ini bercerita tentang sekelompok pelajar yang ‘menipu kematian’ setelah terhindar dari kecelakaan pesawat ketika sebelumnya salah seorang dari mereka melihat pertanda kematian teman temannya, tetapi akhirnya satu per satu temannya meninggal dalam berbagai kecelakaan misterius yang mengerikan.

Sebenarnya film tersebut pada intinya menggambarkan bahwa kematian pasti datangnya dengan berbagai cara yang harus dilalui oleh manusia. Walaupun cerita film tersebut dalam setiap serial, selalu dimunculkan salah seseorang yang mempunyai kelebihan tertentu, yang mampu menerawang atau merasakan akan terjadi suatu musibah yang menimpa orang lain(baik teman atau saudara) hingga berujung kematian bagi mereka yang sudah diberitahu, tetapi tidak percaya dan akan terhindar dari kematian apabila mereka percaya apa yang disampaikan salah satu dari mereka, namun sesungguhnya dalam kondisi siap atau tidak siap ,kematian akan menjemputnya.

Makhluq hidup di alam semesta ini(termasuk manusia) tidak pernah tahu dan tidak pernah diberitahu kapan dan di bagian bumi mana dirinya akan di lahirkan, tidak juga di beritahu kapan, dimana, dengan cara apa, dan dalam kondisi seperti apa dirinya meninggalkan keindahan dunia yang fana ini. Semua itu merupakan bagian dari rahasia Sang Pencipta Alam Jagat Raya, Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia lah Alloh SWT.

Namun demikian yang perlu kita ketahui, kita ingat, dan kita yaqini, bahwa akhir kehidupan dunia atau kematian makhluq hidup di muka bumi ini merupakan suatu keniscayaan, karena sesungguhnya tidak ada yang kekal dalam kehidupan ini kecuali yang Maha Kekal dan yang dikehendaki kekal oleh-Nya. Kematian pasti terjadi, dimana manusia tak bisa meminta penundaan waktu datangnya bahkan tidak bisa menghindari atau menolaknya. Jika batas waktu sudah ditentukan, maka kematian akan menjemputnya tanpa melihat aktivitas apa yang sedang manusia lakukan, apakah sedang melakukan kebaikan,bersujud kepada Alloh SWT atau malah sedang melakukan keburukan dan kemaksiatan.

Kematian merupakan tujuan akhir(Final Destination) dalam kehidupan dunia yang fana ini. Bagi umat beragama(terutama seorang muslim), kematian bukan tujuan akhir perjalanannya sebagai makhluq Alloh SWT, tetapi hanya sebagai perantara perpindahan tempat dirinya dari alam dunia fana menuju alam khubur(kembali ke tanah) lalu menuju kehidupan akherat yang kekal sebagai tempat pertanggungjawaban dirinya di dunia di hadapan Sang Pencipta yang Menghidupkan dan Mematikan ketika berada di dunia.

Bagi orang yang beragama samawi, ada keyaqinan yang ditanamkan dalam diri orang beriman, bahwa setalah kehidupan dunia ada kehidupan akherat, tidak seperti anggapan orang orang musyrik atau orang yang tidak percaya Tuhan, bahwa kehidupan itu dari tanah kembali ke tanah selesai, tidak ada kebangkitan setelah mati dan tidak ada pertanggung jawaban dirinya setelah mati, menurut mereka itu hanya dongeng orang orang terdahulu, seperti digambarkan dalam alqur’an berikut ini

قَالُوۡۤا ءَاِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّ عِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبۡعُوۡثُوۡن.

Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?(QS 23 : 82)

لَـقَدۡ وُعِدۡنَا نَحۡنُ وَاٰبَآؤُنَا هٰذَا مِنۡ قَبۡلُ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَ‏

Artinya: “Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!”(QS 23 : 83)

Bagi orang orang ber iman seharusnya tidak merasa terkejut ketika kematian menjemput dirinya atau datangnya akhir kehidupan dunia ini, karena Sang Pencipta telah memberitahunya melalui ayat ayat qouliyah yang diwahyukan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, termasuk diantaranya dalam Kitab Suci Al-Qur’an yang diwahyukan kepada baginda Rasululloh Muhammad SAW untuk umatnya.

Kematian pasti datangnya

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut: 57).

Kematian akan menjemput dimana saja berada

{أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ}

Artinya: Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. An-Nisa: 78).

Kematian Tidak Dapat Ditunda atau Dimajukan

لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)

Sebagai makhluq dan hamba Alloh SWT yang diberi kesempatan lahir dan menikmati indahnya kehidupan dunia ini harus mengerti dan memahami apa itu “kematian“.

Kematian merupakan tujuan akhir (final destination) perjalanan makhluq hidup di dunia yang harus di hadapi, baik dengan perasaan takut, berani atau biasa saja.

Kematian merupakan perpindahan perjalanan hidup di dunia menuju perjalanan panjang di alam qubur sampai datangnya hari kiamat, dimana semua manusia dan jin akan di hadapkan pada timbangan keadilan Alloh SWT di padang mahsyar untuk menghitung besarnya jumlah kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas hanya mencari ridlo Alloh SWT dibandingkan dengan jumlah keburukan/kemaksiatan yang dilakukan manusia ketika hidup di dunia, sehingga dapat ditentukan berapa porsi reward dan punishment yang akan diberikan kepada manusia dan jin, yang akan menentukan kedudukannya di akherat ; apakah langsung menghuni syurga dengan penuh kenikmatan yang tidak pernah dirasakan di dunia atau singgah dulu di neraka atau bahkan selamanya tinggal di neraka yang penuh dengan siksaan yang sangat pedih tanpa henti yang belum pernah dirasakan kepedihannya ketika di dunia.

Kematian merupakan pemutus amal perbuatan manusia, dan tidak ada yang dibawa oleh orang mati kecuali selembar kain kafan putih untuk menutupi tubuhnya(bagi orang islam dan klo non islam ada pakaian tertentu seperti jaz, peti atau lainnya). Apapun yang dilekatkan dalam tubuh orang mati, baik pakaian dengan harga mahal, mungkin ditambah dengan perhiasan mewah yang pernah di pakai didunia, atau membawa harta yang dimiliki dan yang paling dicintai didunia(mobil,emas, dinar dll) tetap saja orang mati tidak akan bisa merasakan kenikmatannya, kecantikan dan ketampanan yang pernah menghiasi dirinya sehingga ketika di dunia banyak orang yang mengaguminya,tetapi ketika jasad sudah tidak bernyawa maka lawan jenispun tidak akan merasa tertarik padanya, pangkat,jabatan dan harta yang pernah menjadi kebanggaan dirinya juga sudah tidak bisa lagi menjadikan dirinya bersikap angkuh dan sombong.

Kematian akan membawa seseorang dalam kesendirian dan kesepian, tidak ada anak, tidak ada saudara, tidak ada orang tua, dan tidak ada teman akrab yang akan mendampinginya disaat jasad sudah dilepas masuk dalam liang kubur (lubang tanah berukuran sekitar 1m x 2m) yang hanya cukup untuk dirinya. Tetapi bagi orang-orang yang beriman kepada Alloh SWT, maka amal kebaikan ketika didunia yang akan mendampingi dan menghiburnya ketika di alam kubur : doa putra putrinya yang sholeh sholehat, amal jariahnya dan ilmu kebaikan yang di ajarkan kepada sesama manusia dan diamalkan olehnya. Inilah yang diwasiatkan baginda Rasululloh Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR Muslim).

Ketika kematian akan menjemput seorang manusia, ada banyak peristiwa yang menyertai dan menjadi penyebabnya, sehingga makhluk hidup benar benar menemukan ajalnya. Itulah yang dikatakan final destination(kematian) menjemput makhluq hidup dengan berbagai cara sesuai dengan ketetapan yang dikehendaki Sang Pencipta sebagai pemilik makhluq hidup di muka bumi ini.

Ada kematian yang disebabkan ulah manusia sendiri, nafsu amarah yang tidak bisa dikendalikan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama, misalnya bunuh diri akibat tidak mampu menghadapi persoalan pribadinya, pembunuhan karena perkelahian antara perguruan silat/perkelahian antara kampung/perkalian antar suku/peperangan karena ingin menguasai/penjajahan, pembunuhan karena dendam/perebutan harta warisan/perebutan wanita/perebutan kekuasaan/keserakahan dll.

Ada kematian yang di dahului datangnya penyakit yang menimpa dirinya, baik dalam waktu sebentar saja maupun waktu yang berlangsung ber hari hari, bahkan ada yang berlangsung lama sampai bermingu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun tahun. Beberapa penyakit yang mengancam setiap orang menuju kematian berdasarkan data World Health Organization(WHO), sekitar 10 jenis penyakit, yaitu : 1)Jantung sekitar 37%, beberapa penyebab utamnya : pola makan tinggi lemak, merokok, kurang olahraga, dan riwayat keluarga 2).Stroke, beberapa penyebabnya : hipertensi, diabetes, gaya hidup sedentari, dan merokok, 3). Diabetes Melitus, penyebabnya : pola makan tinggi gula, obesitas, dan kurang olahraga, 4).Tuberkulosis(TBC), disebabkan : lingkungan padat penduduk dan kekebalan tubuh rendah, 5).Hipertensi, sekitar 34% orang dewasa. yang disebabkan karena : pola makan tinggi garam, stres, obesitas, dan kurang olahraga, 6).Kanker, terutama kanker payudara dan serviks. penyebabnya faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, dan paparan bahan kimia, 7).Penyakit Paru Obstruktif Kronis(PPOK), penyebabnya adalah merokok, polusi udara , dan paparan bahan kimial, 8) Malnutrisi/Stunting, diderita pada anak anak, penyebab utama adalah pola makan tidak seimbang, kemiskinan, dan akses pangan terbatas, 9).HIV/AIDS, penyebab utamanya perilaku seks menyimpang, seperti LGBT dan seks bebas, yang bisa ditularkan melalui jarum suntik, tranfusi maupun hubungan seks., 10). Dengue, yang disebabkan nyamuk aides agypti atau lebih dekenal penyakit Demam Berdarah(DB). dan yang belum lama terjadi adalah wabah Covid-19 yang menelan banyak kurban.

Ada kematian yang disebabkan terjadinya kecelakaan yang tidak pernah direncanakan dan diduga akan menimpa dirinya, kemungkinan karena kelalaian dirinya atau kelalaian orang lain, misalnya saat mengendarai mobil atau motor tiba tiba mengantuk atau rem aus(blong) kemudian mobil masuk jurang atau mungkin menabrak benda keras (pohon/pembatas jalan/mobil lainnya) atau di tabrak oleh kendaraan lain sehingga semua atau sebagian penumpang mengalami luka berat atau bahkan kematian.

Ada kematian yang disebabkan oleh peristiwa atau fenomena alam semesta yang tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan oleh manusia, dimana secara tiba tiba bumi, gunung, dan air laut seolah mengamuk menjadi bencana dahsyat yang mengakhiri perjalanan manusia dalam menjelajahi kehidupan di dunia. Bencana alam yang merengggut jiwa manusia itu ada yang berskala besar sehingga menghancurkan segala sesuatu diatas bumi, baik berupa benda mati atau makhluq hidup, ada yang berskala kecil yang membuat manusia terluka atau kehilangan sesuatu yang dimiliki atau ditempati. Bencana itu datangnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga manusia bisa bersiap siap menghadapinya,namun datang dengan tiba-tiba disaat manusia sedang bersenang senang, sedang bersantai, sedang bersendau gurau, berpesta pora, sedang beribadah khusyu’ pada Tuhannya, atau malah sedang berbuat bermaksiat, sehingga tak sempat untuk bertaubat. Fenomena alam yang menjadi bencana dahsyat yang mematikan makhluq hidup yang dilewatinya telah banyak terjadi, peristiwa tersebut ada yang menamakan sebagai bentuk kiamat kecil, karena hanya menghancurkan sebagian kecil dari bumi. Contohnya adalah beberapa peristiwa bencana alam yang pernah terjadi di negara Indonesia, di antaranya :

Gempa Bumi dan Tsunami Aceh

Gempa Bumi Aceh yang dahsyat terjadi di dasar Samudera Hindia lepas pantai Sumatera dengan kekuatan 9,3 SR yang diikuti Tsunami terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 pukul 07:58:53 WIB dimana gelombang air laut setinggi pohon kelapa menyapu daratan mulai dari pesisir pantai sampai Ibu Kota Banda Aceh yang menghancurkan dan menghanyutkan segala sesuatu yang dilewatinya baik benda tidak bergerak(rumah, gedung kantor, tempat ibadah) maupun benda bergerak(kendaraan bermotor,meja,kursi tempat tidur dll), makhluq hidup(hewan ternak, pepohonan dan tumbuhan) juga manusia( yang sedang bekerja, beribadah, bermaksiat, orang kafir, munafiq, fasiq maupun mukmin) kecuali yang dikehendaki oleh Alloh SWT untuk tetap hidup dan berdiri kokoh, seperti Masjid Raya Baiturrahman. berdasarkan sumber media kompas, jumlah korban manusia yang meninggal dunia kurang lebih 230.000 jiwa.

Erupsi Gunung Merapi

Erupsinya gunung-gunung yang masih aktif di negeri kita yang meluluh lantahkan kehidupan, membakar dan menghanguskan rumah, hewan ternak dan membunuh penghuninya. Diantaranya Erupsi Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010 disusul terjadi erupsi lagi pada tanggal 3 Nopember 2010 dan 5 Nopember 2010 yang memakan korban sekitar 353 jiwa. Erupsi dahsyat terjadi pada Gunung Kelud yang terletak di wilayah Kediri dan Blitar Jawa Timur, terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.50 , yang abunya sampai Yogyakarta, memakan korban meninggal sebanyak 4 jiwa dan yang sempat mengungsi ratusan ribu.

Gempa Bumi Yogyakarta

Gempa Bumi dahsyat terjadi pada Sabtu pagi 27 Mei 2006, yang melanda Yogyakarta dengan kekuatan 6,4 SR yang juga dirasakan di sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang pusatnya gempa berada di Sungai Opak, Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul.  Bencana alam ini walaupun tidak diikuti Tsunami tetapi menelan korban sebanyak 6.234 orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang runtuh. Selain ribuan korban jiwa, ribuan rumah warga mengalami kerusakan yang cukup serius. Demikian juga gempa bumi yang terjadi di Padang pada tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:10 WIB dengan kekuatan 7,6 SR kedalaman sekitar 87 km dari permukaan. Korban jiwa tercatat 1.115 orang meninggal dunia dan 2.329 orang luka-luka, kerusakan bangunan sekitar 279.000 bangunan.

Begitulah diantara cara cara kematian menjemput manusia secara tiba tiba, oleh karenanya dalam setiap saat kita di perintahkan agar siap siaga untuk sewaktu waktu kematian nmendatangi kita.

Bahkan ada kematian yang datangnya tiba tiba di saat di saat sedang tidur, di saat sedang sholat , disaat sedang mengisi ceramah atau khutbah, disaat sedang menyanyi dipanggung dan di saat saat yang tidak pernah kita duga sama sekali, sehingga membuat semua orang, baik keluarga, saudara maupun teman-teman terkejut.

Sudah siapkah kita menghadapi kematian?

Permasalahannya bukan sekedar siap atau tidak siap dalam menghadapi kematian, tetapi apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi kehidupan setelah kematian, yang mana dalam kehidupan itu kita akan dihadapkan kepada pengadilan Alloh SWT yang sangat adil, yang tidak mungkin bisa di suap dalam menentukan vonis hukuman atau bebas dari hukuman, sehingga hal itu juga akan menentukan apakah kita layak memasuki indah dan nikmatnya syurgaNya atau malah akan menghadapi pedihnya siksaan neraka Nya yang berbahan bakar manusia dan jin.

“Maka Bersiaplah mulai sekarang!”

Jangan menunggu waktu luang !

Jangan menunggu besuk!

Jangan menunggu nanti kalau sudah tua!

Jangan menunggu kaya!

Sumber Bacaan

  1. Al qur’an Terjemahan, tafsir dan hadits
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Final_Destination
  3. https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/26/080100265/hari-ini-12-tahun-lalu-erupsi-dahsyat-gunung-merapi-pada-2010?page=all
  4. https://www.detik.com/jatim/wisata/d-6011531/melihat-kembali-dahsyatnya-letusan-gunung-kelud-8-tahun-lalu
  5. https://www.inews.id/news/nasional/5-gempa-terbesar-yang-pernah-melanda-indonesia-korban-meninggal-capai-ratusan-jiwa
  6. https://www.generali.co.id/id/healthyliving/healthy-protection/waspada-kenali-10-masalah-kesehatan-penyebab-kematian-di-indonesia

—-ai—-

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Juli 2023 inci Lintasan Pikiran

 

Tinggalkan komentar