“Wahai putraku, buah yang ranum dan madu yang manis, jangan sekali sekali kamu terperdaya oleh kekuasaan dan pangkat. Janganlah kamu lupa bahwa dunia ini tidak abadi untuk Nabi Sulaiman AS. Janganlah kamu lupa bahwa mahkotanya adalah fana. Akan tetapi dunia adalah kesempatan besar bagi manusia . Karena itu,manfaatkanlah kesempatan ini sebaik baiknya sebagaimana kewajibanmu patuh kepada Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Berjalanlah berdasarkan petunjuk utusan Nya. Apabila kamu memandang dunia dengan timbangan timbangan akherat,maka ketika itu kamu akan mendapatkan kenyataan bahwa semua perhiasaan dunia yang menakjubkan dan mempesona, tidak layak kamu tukar dengan kebahagian abadi yang kita semua menungunya.
Wahai putraku,hendaklah kamu senantiasa berupaya berjalan di atas ajaran agama yang lurus dan teladanilah jejak langkah Rasulullah SAW dan pilihlah para ajudan dan sahabat-sahabatmu dari mereka yang mau berjalan sesuai dengan ajaran ajaran Islam dan memahami aturan aturannya. Korbankanlah semua yang kamu miliki untuk berjihad hingga semua orang baik yang jauh maupun yang dekat,mendengar dan mengenal Ghazi Murad.
Hendaklah mahkota kekuasaan ini mampu melindungi agama yang agung ini dan jadikanlah pemerintahanmu sebagai mercusuar umat islam. Dan, jangan sekali sekali menyimpang dari aturan yang digariskan dalam Kitab Suci, perintahlah dengan keadilan, dan upayakan untuk selalu memperhatikan urusan pejuang dan tentaramu. Karena melayani dan mengabdi kepada orang yang berjuang di jalan alloh dan Islam merupakan kehormatan dan kebanggaan.
Jangan sekali sekali kamu membiarkan seorang fakir tanpa memberinya makan, jangan membiarkan orang zhalim bertindak semena mena tanpa kamu jatuhi hukuman. Ingatlah penerapan keadilan yang paling buruk adalah keterlambatannya. Karena kalaulah keputusanmu benar, akan tetapi jika keputusan itu terlambat dari waktu yang dibutuhkan, maka menjadi bagian dari kezhaliman.
Wahai putraku, aku hampir mencapai akhir perjalanan dan kamu baru saja memulainya. Karena itu, semoga Alloh SWT yang Mahakuasa melimpahkan keberkahan dalam kerajaanmu,kekuasaanmu, dan semoga kamu senantiasa berada dalam perlindungan dan pertolonganNya.“
*Pesan Sultan Orkhan bin Usman kepada pewaris tahtanya yang bernama Murad I. Orkhan adalah sultan Turki Usmani kedua setelah Usman I. Sumber : Ertugrul(Sejarah Turki Utsmani dari Kabilah ke Imperium, karya Prof.Muhammad Khulaif Ats-Tsunayyan, hal.178)