” Paduka yang mulia dan menantuku Utsman, semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu, pemerintahanmu, keluargamu, dan keluarga besarmu.Semoga Alloh SWT senantiasa membukakan mata hatimu. Hendaklah kamu menjadi pengasuh bagi anak anak yatim, bertanggungjawab terhadap semua pengangguran, dan penjaga orang orang miskin. Janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan keadilan dalam selurih aktifitasmu.
Wahai Putraku, kamu adalah seorang pemimpin sejak pertama hingga seterusnya. Kami banyak marah, melontarkan tuduhan,dan melontarkan kritikan yang kliru, sedangkan kamu adalah kesabaran, menahan kemarahan, dan bermurah hati.
Mulai sekarang ini, kamu adlah penolong terbesar kami bagi kelemahan kami, kekuatan dan petunjuk bagi kelemahan dan penyimpangan kami, damn kamu seorang ayah yang senantiasa siap untuk memberi makan orang orang yang lapar, memberi pakaian orang orang miskin yang telanjang, dan menjadi pemimpin dengan penuh pengertiannya.
Putraku yang terhormat, ketahuilah bahwa permusuhan tiada pernah tidur walaupun sejenak dan tidak berhenti. Janganlah kamu takut terhadap musuh yang membawa pedang melainkan dari antara kedua sisimu. Ketika jiwamu mulai memperhatikan kesombongannya, maka ajarkanlah kerendahan hati kepadanya. Apabila kemarahan menguasai dirimu, maka ajarkanlah kepadanya untuk diam. ketika kamu meyakini bahwa jiwamu memiliki segala sesuatu, maka ajarkanlah kepadanya untuk mengingat kematian. Ingatlah kepadanya bahwa kamu bukanlah pemimpin bagi dirimu sendiri, melainkan juga bagi kabilahmu.
Wahai putraku, belajrlah bersabar dan ketahuilah bahwa bunga bunga itu tidak akan mekar merekah kecuali di musim semi. Dan, janganlah kamu lupa bahwa hidupnya negara sangat bergantung kepada hidupnya manusia.Hidupkanlah manusia niscaya kamu menghidupkan negaramu.
Wahai putraku, sungguh beban dan tanggung jawabmu sangat berat dan anggota keluarga besarmu sangat berkaitan denganmu. Keberhasilanmu bergantung pada keberhasilan mereka. semoga Alloh SWT senantiasa menolongmu atas dirimu dan pemerintahanmu”
*Syaikh Edebali adalah ayah dari Bala Hatun istri Utsman bin Ertrugul sekaligus sebagai penasehat dan guru spritualnya, diambil dari buku : Ertrugul(Sejarah Turki dari Kabilah ke Imperium, 136)