
“Tak selamanya selingkuh itu indah“
Betapa ‘ku mengerti sebagai selingkuhanmu
‘Ku harus menjalani ikatan yang tersembunyi
‘Ku mencoba bertahan meskipun menyakitkan
‘Tak menyisakan sebuah sesal di hatiku
Seiring berlalu bergulirnya waktu
Membuka rahasia di antara kita
Pastinya ‘kan ada hati yang terluka
‘Tak menerima semua kenyataan yang ada
Namun tak selaknya perselingkuhan ini
Yang lama kulalui menjadi tiada berarti
Semenjak ku merasa harapmu sia sia
Hingga terluka hati kan membuatmu tak berdaya
Mungkin kurelakan untuk kau tinggalkan
Diriku disini harus mengakhiri
Aku yang merasa lelahkan menyerah
Karena tak selamanya selingkuh itu indah
By Merpati Band, Rilis 2008
Penggalan lirik lagu tentang selingkuh diatas menggambarkan bahwa “selingkuh” itu memang hanya indah sesaat saja lalu berakhir dengan penderitaan. Bahkan sebenarnya bisa dikatakan tidak ada indahnya. Bagaimana mungkin selingkuh dikatakan indah, jika ingin bertemu harus sebunyi sebunyi dan membohongi pasangan sahnya agar tertutupi perbuatan hinanya. Bagaimana mungkin selingkuh dikatakan indah, jika hati tidak merasakan tenang, karena selalu diliputi perasaan bersalah dan dosa. Bagaimana mungkin selingkuh dikatakan indah, jika selalu dihantui perasaan kawatir jika perbuatannya ketahuan keluarga, saudara, tetangga dan institusi tempatnya bekerja. Bagaimana mungkin selingkuh dikatakan indah, jika membuat hancurnya rumah tangga orang lain dan akhirnya membuat hati orang lain menjadi terluka dan tersakiti.
Berbicara masalah selingkuh, sebagai orang yang waras kita dibuat tercengang dan geleng geleng kepala, bagaimana mungkin hal itu terjadi, tetapi hasil survey JustDating di negara negara Asia yang telah di rilis beberapa media online menunjukkan bahwa Indonesia yang mayoritas muslim dan masih memegang adat ketimuran menduduki peringkat kedua di Asia atau sebanyak 40% orang yang berselingkuh, Thailand menduduki peringkat pertama atau sebanyak 50% responden yang mengaku pernah berselingkuh, Taiwan dan Singapura yang menempati peringkat ketiga atau sebesar 30%, sedangkan Malaysia menempati peringkat terkecil atau sebesar 20% responden yang berselingkuh.
Survey JustDating berdasarkan kelompok usia, pelaku selingkuh didominasi oleh kelompok usia dengan rentang 30-39 tahun (32%), disusul rentang usia 19-29 tahun (28%), dan terakhir pada rentang usia 40-49 tahun (24%), hal ini dapat disimpulkan bahwa sekitar 60% pelaku perselingkuhan dilakukan mereka yang usianya masih matang dalam pernikahan(dewasa) dan masih remaja, sedang mendekati usia tua semakin setia terhadap pasangannya.
Hal mengejutkan lagi hasil survey JustDating berdasarkan jenis kelamin, yang menunjukkan wanita Indonesia lebih banyak berselingkuh dibandingkan laki -laki. Data survey ini sungguh aneh yang mungkin akan banyak menimbulkan pertanyaan : masak iyaa? kok bisa? benarkah hasil survey itu? apakah iya wanita Indonesia sudah sedemikian parah akhlaqnya? Tetapi itulah hasil surveynya. Tentu dalam hal ini yang perlu dipertanyakan apakah survey itu benar benar valid atau tidak, bagaimana pengambilan samplingnya?, berapa responden yang diambil? apakah samplingnya mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dan bagaimana metodologi yang digunakan?.
Hasil berbeda ketika melihat penelitian General Social Survey (GSS) sepanjang 2010=2016, sudah barang tentu hal ini tidak bisa dibandingkan dengan hasil survey JustDating, karena survey dilakukan di negara Amerika Serikat yang menganut prinsip kebebasan dan tidak memegang nilai nilai agama, bahwa laki-laki tercatat lebih aktif melakukan perselingkuhan berupa aktivitas seks dengan orang lain dibandingkan dengan pasangan dalam pernikahannya sendiri. Dari 100 persen responden laki-laki, terdapat 20 persen di antaranya melakukan perselingkuhan, sedangkan responden perempuan yang berselingkuh mencapai 13 persen.
Apabila kita coba cermati, pada dasarnya seorang wanita itu cenderung pasif dalam masalah yang berkaitan dengan seks dan lebih cenderung menunggu, tetapi terkadang jika ada pemicunya, maka akan muncul agresifitasnya. Selain itu, wanita juga lebih mampu hidup mandiri(menjanda) dibanding laki laki, sehingga dalam kehidupan masyarakat banyak ditemui wanita-wanita yang bertahan hidup menyendiri menjadi janda bersama anak anaknya(single parent), bahkan mampu menghantarkan putra putrinya meraih sukses dalam pendidikan maupun memperoleh pekerjaan. Seharusnya wanita lebih banyak yang setia terhadap pasangannya, apalagi dalam fitrah penciptaannya sesuai dengan tuntunan agama, wanita hanya boleh memiliki satu pasangan laki laki dalam hidupnya, tidak ada ketentuan syariat yang membolehkan seorang wanita memiliki lebih dari satu suami(poliandri) dan hukumnya haram.
Hal berbeda jika hasil survey menunjukkan laki laki lebih banyak berselingkuh, karena dari sisi fitrah penciptaannya, seorang laki laki diberikan kelebihan/peluang untuk memiliki lebih dari satu wanita(yang tentunya dengan cara halal/poligami), namun terkadang laki-laki (baca suami ) ketika ingin memiliki lebih dari satu wanita(baca istri), ada hal-hal yang menjadi penghambatnya, baik itu yang berasal dari dirinya sendiri (misalnya ; takut tidak bisa berlaku adil, takut tidak bisa memberi nafkah, dll), atau berasal dari faktor diluar dirinya(misalnya; istrinya tidak mau di poligami, keluarga besarnya(mertua) yang tidak mau menerima jika anaknya di madu, aturan negara/institusi tempat dia bekerja yang menetapkan prosedur dan persyaratan yang cukup ketat dan rumit bagi yang ingin poligami(harus mendapat persetujuan istri pertamanya , syaratnya istri pertama sakit, mandul, tidak bisa melayani dan harus melalui persidangan), bahkan kalau menurut aturan agama selain islam(misalnya agama kristen) bahwa yang namanya perceraian itu tidak diperkenankan apapun kondisi rumah tangganya karena menurut Alkitab, kehendak Allah terhadap pernikahan sebagai komitmen seumur hidup, sebagaimana disebutkan: “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:6).“. Hambatan hambatan tersebut akhirnya menumbuhkan seorang laki-laki(suami) berbuat nekad untuk memenuhi hasratnya dengan berselingkuh.
Ketika salah satu pasangan suami istri berselingkuh, pasti mereka mempunyai masalah, dan dengan selingkuh harapannya dapat menyelesaikan masalahnya, namun yang terjadi justru bukan menyelesaikan masalah tetapi malah menambah masalah baru yang lebih besar dari permasalahan yang ada (misalnya ; dosa besar karena perzinaan, jika perselingkuhannya ketahuan,maka akan mencoreng dirinya sendiri, keluarganya, teman temannya, dan institusi tempat dirinya bekerja). Hanya saja ketika iman sudah tidak berada di dada dan nafsu sudah lebih dominan menguasai dirinya, maka mereka sudah tidak berpikir waras untuk memenuhi hasrat nafsu dalam dirinya.
Pengertian Selingkuh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), selingkuh adalah menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; serong. Selingkuh juga dipahami sebagai tindakan menggelapkan uang; korup, juga menyeleweng.
Definisi selingkuh menurut ilmu psikologi Hertlein, Wetchler, dan Piercy (2005), selingkuh adalah seluruh perilaku yang melanggar kontrak yang dimiliki antar pasangan. Tidak hanya itu, perselingkuhan juga menyangkut hubungan seksual dengan orang lain, perilaku cybersex, melihat pornografi, keintiman secara fisik seperti berciuman dan bergandengan tangan, serta keintiman secara emosi dengan orang lain selain pasangan.
Disebut selingkuh karena dilakukan oleh salah seorang atau kedua duanya yang masih dalam ikatan perkawinan sah, baik dia sebagai seorang suami dengan wanita selingkuhannya yang berstatus suami orang lain atau wanita yang sudah berstatus janda atau wanita yang masih gadis, perilaku ini dikenal dengan sebutan punya Wanita Idaman Lain(WIL) atau dilakukan oleh seorang istri dengan seorang laki-laki selingkuhannya yang berstatus istri orang lain atau yang berstatus duda atau bahkan yang masih lajang, perilaku ini dikenal dengan sebutan punya Pria Idaman Lain(PIL).
Perilaku perselingkungan yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat, menurut pendapat saya dapat dibagi atas dua jenis yaitu : 1). Perselingkuhan sah, karena berdasarkan ketentuan syariat islam terjadi pernikahan yang memenuhi persyaratan sahnya pernikahan, hanya saja pernikahan yang kedua ini dilakukan tanpa seizin atau mungkin tanpa sepengetahuan istri pertama ataupun keluarganya dan tidak tercatat dalam dokumen negara/Kantor Urusan Agama(KUA) Republik Indoensia apabila keduanya beragama islam. Pernikahan seperti ini dikenal “nikah siri(“). Model nikah siri biasanya dilakukan dengan dalih menghindari perbuatan zina dan istri pertamanya tidak bersedia dimadu/dipoligami. Pernikahan siri termasuk kategori perilaku selingkuh, karena adanya pengkhianatan dalam berumah tangga, ketika pernikahan kedua yang siri diketahui oleh istri pertama dan keluarganya, dalam beberapa kasus akan terjadi konflik keluarga yang berujung permintaan cerai dari istri pertama karena merasa di khianati dan disakiti. 2). Perselingkuhan tidak sah, karena tidak adanya ikatan pernikahan diantara keduanya, dan hubungan tanpa ikatan ini di kenal dengan istilah “kumpul kebo” atau kohabitasi. Menurut KBBI kumpul kebo artinya “hidup bersama sebagai suami istri di luar pernikahan” atau dua orang belum menikah hidup bersama dan terlibat dalam hubungan romantis atau intim. Mereka biasanya melakukan hubungan seksual di luar pernikahan dalam jangka waktu yang agak panjang.
Sebenarnya istilah “Kumpul kebo” tidak selalu dilakukan oleh pasangan selingkuh, bisa juga terjadi antara pasangan yang sama sama belum atau tidak punya ikatan pernikahan, dengan dalih saling mencintai tetapi pingin hidup bebas tanpa ikatan sebagaimana perilaku binatang(kerbau). Sebenarnya asal usul istilah kumpul kebo sebagaimana dikutip dari Kompas.id, dalam bahasa Belanda, gebouw berarti bangunan atau rumah. Oleh karena itu, koempoel gebouw artinya berkumpul di bawah satu atap rumah. Tetapi, telinga orang kita menangkap kata gebouw sebagai kebo.
Perselingkuhan bisa terjadi karena adanya perasaan cinta yang tumbuh dari lubuk hati yang membuat keduanya merasakan kenyamanan walupun sementara dan proses terjadinya perselingkuhan tentu tidak muncul secara tiba tiba, tetapi di awali dari pertemuan pertama yang mungkin tidak disengaja, lalu berlanjut kepertemuan berikutnya, kemudian dilakukan pertemuan secara inten dan membuat keduanya merasa ada kecocokan yang berlanjut saling curhat mengenai permasalahan dengan suaminya atau permasalahan dengan istrinya, dan akhirnya perangkap dan bisikan syaithon mengobarkan nafsu cinta yang terlarang. Ketika nafsu sudah menguasai keduanya, maka sudah tidak mengingat lagi jika diluar sana ada pasangan sah dan anak anaknya yang setia menunggu di rumahnya. Nafsu cinta terlarang yang sudah membakar keduanya, menghilangkan rasa takut atas dosa besar dan siksaan pedih yang akan menimpanya di hadapan Alloh SWT. na’udzubillah min dzalik(kami berlindung kepada Alloh SWT dari perkara tersebut).
Penyebab Pasangan Beselingkuh
Menurut sumber Fimela,com, secara umum ada sekitar 5 faktor yang menjadi penyebab terjadi perselingkuhan; 1). Kebutuhan batin tidak terpenuhi, 2). Hubungan kurang intim, 3). Merasa gak dihargai oleh pasangannya, 4). Kebiasaan buruk(tabiat buruk perselingkuhan sudah menjangkiti dirinya), 5). Kehidupan seks yang monoton, sehingga mencari variasi di tempat lain.
Beberapa fenomena dalam masyarakat, perselingkuhan belum tentu dilakukan oleh seorang suami dengan seorang wanita yang lebih cantik dari istrinya atau seorang istri dengan pria yang lebih tampan atau kaya dibanding suaminya, dan terkadang juga bukan atas dasar saling mencintai(“), tetapi hanya menjadi tempat pelarian untuk mendapatkan kenyamanan dari pasangan barunya yang mungkin selama ini tidak dia dapatkan. Namun ada juga perselingkuhan yang disebabkan hasrat nafsu seksual yang bertegangan tinggi, dimana dia tidak merasa puas berhubungan badan dengan hanya satu orang saja, sehingga dia selalu menjadi pemburu dan terus berburu untuk memuaskan hasratnya walaupun dengan cara-cara yang jelas di larang oleh agama dan budaya ketimuran. Jika seorang laki laki maka akan mencari wanita PSK, pergi ke tempat tempat prostitusi baik online maupun offline, jika seorang wanita maka akan mencari pria simpanan atau sebutannya “gigolo” untuk memuaskan dirinya, model perselingkuhan ini biasanya lebih memandang keunggulan dan tampilan fisik pasangannya.
Perilaku selingkuh tersebut dalam islam disebut mengikuti nafsu keburukan atau al-nafs al-ammarah bis suu’, yaitu nafsu yang selalu mendorong keburukan, karena mengikuti hawa nafsunya (syahwat)
۞ وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفۡسِىۡۚ اِنَّ النَّفۡسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوۡٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىۡ ؕ اِنَّ رَبِّىۡ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ ٥٣
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.(QS Yusuf : 53).
dan mereka juga termasuk orang orang yang menjadikan nafsu sebagai tuhannya
اَفَرَءَيۡتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلۡمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمۡعِهٖ وَقَلۡبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً ؕ فَمَنۡ يَّهۡدِيۡهِ مِنۡۢ بَعۡدِ اللّٰهِ ؕ اَفَلَا تَذَكَّرُوۡنَ ٢٣
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya,1 dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?(QS Al Jaziyah : 23).
Fenomena Perselingkuhan
Perselingkuhan yang sudah menjadi penyakit masyarakat telah dilakukan oleh beragam status maupun profesi pekerjaan, baik dilakukan dengan cara nikah siri atau hubungan terlarang(kumpul kebo). Fenomena itu ada yang sudah menjadi konsumsi media cetak atau elektronik sehingga aibnya menjadi terbuka lebar yang dibaca banyak orang atau aib itu hanya menjadi rahasia yang diketahui beberapa teman dekatnya, atasannya(jika pegawai), keluarga dekatnya atau tetangga sendiri.
Beberapa kasus perselingkuhan ada yang telah menjadi konsumsi media baik cetak, elektronik maupun medsos sehingga diketahui oleh kalayak ramai, namun ada juga yang hanya menjadi konsumsi tetangga atau teman kerja saja. Diantara perilaku selingkuh yang di muat media, seperti: curhatan seorang selegram yang sedang melaksanakan ibadah umrah malah suaminya berselingkuh; seorang wakil rakyat (anggota DPRD) berselingkuh dengan wanita cantik di salah satu kabupaten di Jawa Barat; seorang anggota TNI(dandim) berselingkuh dengan seorang dokter di Sulawesi; seorang istri menusuk suaminya hingga tewas atas dugaan selingkuh’,’ perselingkuhan seorang pilot dan pramugari maskapai citilink berujung pemberhentian tugas sementara; seorang istri kepala desa di salah satu desa di Lebak menuntut agar suaminya dicopot dari kepala desa karena perselingkuhan; warga menggrebek rumah yang digunakan perselingkuhan antara seorang dosen dengan mahasiswinya di Lampung; guru olah raga berselingkuh dengan anak muridnya di Subang; jalinan cinta terlarang antara sopir dan majikannya di Surabaya berujung di kantor polisi; 10 artis yang ketahuan selingkuh dan berakhir cerai; seorang istri curhat di media sosial atas perselingkuhan suaminya dengan adiknya, malah kisah itu oleh sutradara Hanung Bramantyo diangkat menjadi film layar lebar yang berjudul “Ipar adalah Maut”; seorang wanita curhat dimedsos(fb) bahwa dia telah memergoki suaminya berselingkuh dengan ART yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri; di salah satu desa di kabupaten Boyolali seorang Kepala Desa yang seharusnya menjadi panutan warganya digrebek warga karena selalu mendatangi janda cantik setiap malam, yang mengakunya sebagai istri siri setelah ketahuan warga; sepasang asn yang bukan suami istri tertangkap basah oleh security gedung sedang berbuat maksiat di dalam sebuah mobil yang terparkir dibasement ; asn pemda daerah Sumatera tertangkap basah ketika sedang bermaksiat dengan teman kerjanya di sebuah mobil yang terparkir di jalannan sepi, dan masih banyak lagi. Astaghfirullohal ‘adziim.
Begitulah efek perkembangan tehnologi media yang tidak bisa terbendung dan menjadi konsumsi seluruh lapisan masyarakat sehingga perbuatan maksiat yang merupakan aib seseorang, keluarga atau institusi tempat dia bekerja tersebar begitu mudahnya. Hal itu bisa menjadi pelajaran bagi para pembacanya sehingga bersikap waspada/hati hati agar tidak terjerumus dalam jurang yang sama, namun tidak bisa dipungkiri bagi pembaca yang telah terjangkit penyakit kemaksiatan dalam dirinya malah menjadi inspirasi untuk melakukan perbuatan yang serupa. Disitulah tergantung kemampuan seseorang dalam mengendalikan gejolak nafsu dalam dirinya. Syariat agama islam mengajarkan bahwa orang beriman diperintahkan untuk menutupi aib orang lain, maka Alloh SWT akan menutupi aib dirinya.
Pemicu Perselingkuhan
Banyak pemicu yang menjadi awal terjadinya perselingkuhan, tetapi persoalan dasarnya adalah ketika Iman dalam diri seseorang menipis, maka membuat rasa takut terhadap Tuhan nya berkurang, sehingga lebih mudah mengikuti bisikan dan godaan setan yang sengaja menjebak orang beriman yang tidak mukhlis. Karena iblis/setan telah bersumpah kepada Alloh SWT ketika dirinya dikeluarkan dari syurga dan dijadikan sebagai musuh orang beriman, maka dia akan mengelabui manusia sehingga orang beriman akan memandang perbuatan dosa/maksiat nampak indah di matanya walaupun sebenarnya mereka sudah tahu perbuatan itu termasuk dosa besar, tetapi bagaikan anjing menggongong kafilah berlalu.
قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ 39.
Artinya : Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,(Al Hijr : 39)
Kesibukan pekerjaan seorang suami sehingga mengabaikan kebutuhan dan kepuasan nafkah batin sang istri bisa menjadi penyebab seorang istri yang imannya tipis berselingkuh dengan teman kerjanya, teman dekat waktu sekolah dulu atau orang lain yang memberi perhatian pada dirinya dan mampu memberi kepuasan batin atau dikenal dengan PIL(Pria Idaman Lain).
Hubungan jarak jauh atau LDR sebagai pegawai pemerintah yang harus bersedia di tempatkan di seluruh daerah Indonesia. karena keduanya sama sama bekerja sehingga tidak mungkin ikut pindah ikut suami atau jika istrinya ibu rumah tangga, tetapi karena faktor biaya atau anaknya yang sekolah harus menyesuaikan lingkungan baru jika ikut pindah, akhirnya membuat suami istri pertemuannya mungkin bisa lakukan dua minggu sekali, satu bulan sekali bahkan ada yang lebih dari satu bulan karena jaraknya jauh dan transportasi mahal. Hal itu bisa menjadi pemicu salah satu pasangan istri/suami berselingkuh dengan teman kerjanya yang setiap hari selalu membersamainya atau selingkuh dengan teman alumni sekolahnya yang biasanya efek dari acara reuni reunian(Cinta Lama Bersemi Kembali/CLBK).
Seorang suami yang imannya ditepi tepi dan tidak menundukkan pandangan ketika melihat wanita cantik dan menggairahkan dirinya, lalu membanding-bandingkan wanita itu dengan istrinya yang keseharian dengan dandanan kumal dan tidak sempat merawat tubuhnya, maka ketika wanita lain tersebut memberikan lampu hijau, maka suami tersebut akan menyisihkan imannya dan tidak ingat anak istrinya dirumah yang selalu menunggu kedatangan dirinya, maka ketika nafsu sudah menguasai dan menjadi tuhannya, terjadilah perselingkuhan atau adanya WIL(Wanita Idaman Lain).
Seorang bos yang mempunyai sekretaris pribadi atau mempunyai karyawan kantor yang cantik, ketika setiap waktu ketemu dan sering pergi dinas hanya berduaan, maka syaithon akan membisikkan kepada keduanya dengan berbagai cara sehingga sang bos dan sekertaris atau karyawan wanitanya tumbuh rasa saling membutuhkan dengan berbagi jebakan halus yang dibuatnya dan melupakan keluarganya dan akhirnya terjadilah perselingkuhan itu.
Seorang dosen yang menjadi pembimbing skripsi seorang mahasiswi yang cantik, dalam melakukan bimbingan dan konsultasi sering bertemu hanya berdua saja di tempat tertentu seperti cafe atau rumah makan. Seiring dengan pertemuan demi pertemuan, akhirnya syaithon membisikkan perasaan suka dari salah satunya entah dari dosennya duluan atau mahasiswi duluan, jika akhirnya bisikan syaithon itu mempengaruhi keduanya, maka terjadilah perselingkuhan.
Seorang suami yang membiarkan istrinya berangkat kerja bersama tetangganya yang kebetulan bertempat tinggal satu kompleks perumahan dengan alasan daripada repot mengantar istri kerja biar sekalian berangkat bareng sama temannya saja, pertemuan intens berangkat dan pulang kerja setiap hari, obrolan dalam perjalanan yang biasa lama akan menjadi curhatan dan akhirnya terjadi perselingkuhan.
Ketika suami istri membiarkan adik atau kakak ipar untuk tinggal bersama dalam satu rumah dengan alasan agar tidak ngekost atau lebih mudah mengawasinya, tetapi hal itu malah menjadi malapetaka dalam rumah tangganya, karena terjadinya pertemuan inten dua insan yang lawan jenis dalam satu rumah maka bisikan maut iblis akan dapat membuat terjadinya perselingkuhan salah satu diantara keduanya dengan dengan adik atau kakak ipar serumah dengannya.
Pemicu perselingkuhan bisa juga disebabkan terlalu seringnya seorang sumai/istri menonton film dewasa atau membaca cerita/novel novel dewasa yang bertebaran di media sosial, sehingga menginspirasi dirinya untuk melakukan hubungan biologis seperti adegan dalam film atau yang dibayangkan dalam bacaan novel dewasa tersebut dengan orang lain yang mana hal itu tidak bisa dia dapatkan ketika bersama pasangan sahnya.
Masih banyak lagi perangkap perangkap yang digunakan syaithon untuk menjerumuskan manusia yang tidak memelihara dan menyirami iman yang dimilikinya agar terus tumbuh subur sampai dirinya merasakan adanya pengawasan Alloh SWT dalam setiap langkah yang tersembunyi atau terang terangan dan takut akan siksa-Nya ketika melanggar aturannya.
Dampak Buruk Perselingkuhan
Perselingkuhan hanya indah sesaat, karena ketika perselingkuhan terjadi, maka rumah tangga akan menjadi kacau balau. Pertengkaran antara suami dan istri pasti tidak dapat dihindari, ketidak percayaan satu sama lain akan terus terjadi, dan kebanyakan akan berakhir dengan perceraian atau akan berakhir balas dendam dengan cara pasangan yang dikhianati akan melakukan perselingkuhan juga, terjadilah lingkaran setan. Anak anak akan menjadi korban perselingkuhan orang tuanya, apalagi ketika anak anak mereka masih membutuhkan bimbingan orang tua mereka. Ketika anak sudah mulai dewasa, bisa jadi akan meniru perilaku buruk orang tuanya dengan pergaulan bebas, dan ketika sudah menjadi konsumsi media, anak anaknya akan merasa malu dengan tetangga atau teman teman sekolah atau bermainnya, sehingga menjadi tekanan psikologis pada dirinya , lalu melakukan upaya bunuh diri, tidak semangat bersekolah dll.
Akibat lainnya juga akan di ikuti perbuatan dosa lainnya, ketika hubungan gelap perselingkuhan tersebut membuahkan janin dalam diri sang wanita, akan timbul rasa malu di hadapan saudara dan tetangga, takut ketahuan perilakunya , akhirnya janin yang tidak bersalah itu akan menjadi korban pembunuhan ketika masih dalam rahim dengan cara pengguguran kandungan, atau jika terpaksa ketika proses pengguguran tidak berhasil atas kehendak Alloh SWT sehingga akhirnya janin itu lahir didunia, maka akan mereka buang ditempat sampah, di tinggalkan di rumah orang yang tak dikenal, agar diambil. Begitulah perbuatan dosa akan dikuti perbuatan dosa lainnya
Upaya Menghindari Perselingkuhan
Perselingkuhan sesungguhnya dapat dihindari oleh setiap pasangan, sehingga komitmen pernikahan yang sudah diucapkan pada saat akad nikah akan terus terpelihara tanpa saling mengkhianati satu sama lain sampai keduanya terpisahkan oleh kematian. Sudah barang tentu, harus diupayakan dengan sungguh sungguh oleh kedua pasangan suami istri tersebut dengan langkah langkah sesuai dengan telah disyariatkan, yaitu :
- Memasang niat bahwa menikah merupakan ibadah; ketika pernikahan dilandasi dengan niat beribadah kepada Alloh SWT, maka orientasi hidup keduanya dalam membangun keluarga semata mata untuk menggapai keridloan Alloh SWT, sehingga keluarganya akan dipenuhi keberkahan, sakinah, mawadah wa rahmah.
- Meningkatkan pemahaman agama islam bersama pasangan; kebersamaan dalam mempelajari ilmu agama islam akan menjadikan keduanya selalu berkumpul dengan orang sholeh maupun sholehah, sehingga akan memotivasi keduanya untuk menyibukkan diri melakukan amal kebaikan dan akhirnya bisikan dan rayuan setan untuk melakukan kemaksiatan dapat terhindarkan. Dengan semakin paham terhadap ilmu agama, maka akan semakin meningkat dan tebal imannya kepada Alloh SWT sehingga rasa takut akan azab Nya dan perasaan selalu mendapatkan pengawasan Alloh SWT dalam setiap langkah dan geraknya yang tidak bisa disembunyikan akan menghindarkan dirinya untuk berbuat maksiat, sebagaimana yang dialami oleh seorang wanita di masa Khalifah Umar bin Khatab yang ditinggal suaminya berperang dijalan Alloh dengan bersenandung: “Malam ini begitu panjang, sudah lama aku tiada kawan untuk bersenda gurau. Demi Allah! Kalau tidak karena takut kepada Allah, tentulah kaki-kaki tempat tidur ini sudah bergoyang-goyang. Oh Tuhanku! Rasa malu cukup menahan diriku, namun suamiku sungguh lebih mengutamakan mengendarai ontanya”. Hal itu didengar langsung oleh khalifah Umar bin Khattab ketika sedang meronda kota Madinah yang kebetulan lewat di depan rumahnya. Setelah diselidiki oleh Umar bin Khattab, ternyata perempuan ini sedang ditinggal pergi oleh suaminya untuk berperang di jalan Allah. Kemudian oleh Umar ditarik pulang suaminya dari medan perang. Kemudian ditanyakan oleh Umar kepada puterinya (Hafsah): Wahai puteriku, berapa lama seorang perempuan tahan ditinggal lama oleh suaminya? Hafsah menjawab: lima atau sampai enam bulan. Kemudian Umar menetapkan waktu tugas bagi tentara untuk bertempur selama enam bulan (sebulan untuk pergi, empat bulan untuk tinggal, dan sebulan lagi untuk perjalanan pulang).
- Menjaga pandangan; menjaga dan menundukkan pandangan merupakan perintah Alloh SWT(QS Annur : 30-31) dan hadits Nabi Muhammad SAW ” ketika menegur menantunya Ali bin Abi thalib RA” ” يَا عَلِيُّ، لا تتبع النظرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ “Wahai Ali, pandangan pertama janganlah diteruskan dengan pandangan selanjutnya. Karena pandangan pertama bagimu (nikmat), sedangkan pandangan kedua atasmu (musibah).” (HR oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Mata adalah sumber keindahan ketika melihat sesuatu yang nampak indah dan cantik, jika mata tidak dikelola dengan baik,maka akan menjadi malapetaka bagi dirinya.
- Selalu berfikir tentang dampak buruk rumah tangganya jika terjadi pengkhianatan; ketika seseorang mau berbuat kemaksiatan, kemudian merenungi akibat buruk perbuatan maksiat yang akan dia lakukan terhadap pasangan, anak, keluarga maupun institusinya, maka dia akan menjauhi perbuatan maksiat tersebut.
- Bersama pasangan berusaha meningkatkan kualitas hubungan seksual; kualitas hubungan seksual suami istri akan menjadikan keduanya merasakan kebahagiaan sehingga merasa cukup kebutuhan biologisnya dapat ia dapatkan dari suami atau istri sahnya, misalnya dengan melakukan aktivitas olah raga yang rutin, makan makanan yang sehat/mengurangi karbo, berdandan atau merias diri, untuk pasangannya dan sebagainya.
- Saling memahami dan menghargai atas kelebihan dan kekurangan pasangan; Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada manusia yang sempurna kecuali baginda Rasululloh Muhammad SAW. Banyak mengingat kelebihan seorang pasangan dibandingkan kekurangannya serta masing masing pasangan berusaha semaksimal kemampuan untuk menutupi kekurangan dirinya dengan kebaikan akan membawa kebahagiaan dalam membangun rumah tangga. Sebagaimana firman Alloh SWT “وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) dan وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا, Artinya : Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak(QS Annisa : 19)
- Selalu bersyukur atas nikmat yang Alloh SWT berikan kepada keduanya; dianugerahi jodoh oleh Alloh SWT wajib di syukuri, apapun kondisinya, karena dengan senantiasa bersyukur akan menjadikan dirinya merasa cukup(qonaah). Imam Nawawi rahimahullah berkata, مَنْ كَانَ طَالِبًا لِلزِّيَادَةِ لَمْ يَسْتَغْنِ بِمَا مَعَهُ فَلَيْسَ لَهُ غِنًى Artinya : ”Siapa yang terus ingin menambah dan menambah lalu tidak pernah merasa cukup atas apa yang Allah beri, maka ia tidak disebut kaya hati.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 140).
- Seorang suami harus bekerja keras untuk memberi kecukupan kebutuhan ekonomi keluarga; dengan bekerja keras, sehingga mampu memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, maka seorang istri tidak akan berpaling kepada laki laki lain yang lebih mapan. Rasululloh SAW bersabda: “Barang siapa bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, itu sama dengan berjuang di jalan Allah Azza wajalla.” (H.R. Ahmad)
- Tidak membiarkan orang lain yang bukan mahram( misalnya ipar) tinggal bersama serumah; pertemuan yang sering terjadi terkadang membuat rasa kagum, sehingga rasa itu akan ditumpahkan ketika salah satu pasangan tidak berada disampingnya. Itulah kenapa Rasulullloh SAW mengingatkan dalam haditsnya: إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ Artinya: “Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu (ipar) adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172).
- Menghindari kebersamaan dengan teman dekat pasangan ketika sudah menikah; ketika salah satu pasangan sebelumnya punya teman dekat, setalah menikah, maka harus menghindari pertemuan bertiga antara teman dekatnya bersama pasangan, karena akan menjadi pemicu terjadinya cinta terlarang.
- Berdoa meminta perlindungan dari Alloh agar di hindarkan dari perbuatan khianat dan maksiat; dekat dengan Alloh SWT dan senantiasa memohon kepadaNya agar di lindungi dan dijauhkan dari perbuatan maksiat merupakan benteng terakhir terhindar dari perilaku selingkuh. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى, Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Semoga Alloh SWT menjadikan keluarga dan seluruh keturunan kita dilindungi dari segala perbuatan maksiat, zina dan dipenuhi dengan rahmat serta keberkahan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Aamiin Yaa Alloh Yaa Mujibassailiin
Referensi
Alqur’an
https://www.gotquestions.org/Indonesia/perceraian-menikah-kembali.html
https://rumaysho.com/12795-doa-agar-tidak-terjerumus-dalam-zina.html