Hasan Al-banna mendefinisikan kader umat adalah rahasia kehidupan umat dan motor penggerak kebangkitannya. Sejarah seluruh umat adalah sejarah para kadernya yang cerdik,memiliki kekuatan jiwa, dan kebulatan tekad. kuat atau lemahnya umat diukur dengan tingkat kesuburannya melahirkan kader-kader yang memenuhi syarat kesatria yang benar. Saya yakin dn sejarah membuktikannya bahwa satu orang kader dapat membangun umat jika kesatrianya benar, juga mampu menghancurkan umat jika sifat kesatriannya di arahkan pada aspek penghancuran, bukan pembangunan.
Arsip Kategori: Tokoh dan Keteladanan
Tarbiyah yang benar
Hasan Al-banna mendefinisikan tarbiyah yang benar adalah mentarbiyah umat pada mentalitas mulia, moral yang terpuji,serta membangunkan perasaan yang menggiring umat untuk mempertahankan kemuliaan, bersungguh-sungguh mengembalian kejayaannya, dan menanggung segala kelelahan dalam mencapai tujuan
Kontrak Sosial Abubakar ra dengan rakyatnya
Ketika Abu bakar ra menjadi khalifah, ia naik ke atas mimbar seraya berkata; “ Wahai sekalian manusia, aku dulu bekerja untuk keluargaku, akulah yang menghasilkan makan buat mereka, namun kini aku bekerja untuk kalian, maka bayarlah aku dari Baitul Maal kalian”
Dengan ungkapan ini Abu Bakar telah memberikan penafsiran paling baik dan paling adil terhadap kontrak sosial antara pemerintah dan rakyatnya, beliau telah meletakkan dasar-dasarnya, bahwa kontrak antara rakyat dengan pemerintah adalah sama-sama terikat untuk memelihara kepentingan bersama(MR)
Tanda-tanda orang berakhlaq mulia
Yusuf bin Asbath seorang tabi-tabiin ahli zuhud murid dari Sofyan Ats-tsauri mengatakan, akhlak mulia terangkum dalam 10 hal berikut ini: Read the rest of this entry »
Tiang-tiang penyangga pemerintahan
Menurut Imam Syahid Hasan Al-banna, pemerintahan dalam islam tegak di atas kaidah yang sudah populer dan aksiomatis, yang semuanya merupakan kerangka pokok bagi sistem pemerintahan islam, yaitu;
1. Tanggung Jawab Pemerintah
Dalam menjalankan tugasnya , pemerintah bertanggung jawab kepada Alloh dan rakyatnya. Ia adalah pelayan dan pekerja bagi rakyat yang menjadi tuannya.
2. Kesatuan Umat
Umat islam adalah umat yang satu, karena ukhuwah yang dengannnya Islam mempersatukan hati mereka dalam satu landasan iman. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah, dan tidak akan terealisasi iman kecuali dengan keberadaannya.
Bagi umat islam, tidak ada perbedaan dalam hal-hal prinsip, sebab sistem kehidupan sosial yang terbingkai dalam satu kesatuan, yaitu islam telah dikenal luas para pemeluknya, sementara perbedaan dalam hal-hal furu(cabang) tidaklah membahayakan. Tidak ada kebencian, permusuhan, dan fanatisme golongan yang menjadi kebijakan peerintah, yang ada adalah keharusan riset, kajian, musyawarah, dan saling menasehati.Jika termasuk pada hal yang dinashkan, maka pintu ijtihad tertutup, sedangkan bila tidak ada nashnya, maka keputusan pemerintah harus menyatukan umat, dengan terlebih dahulu melaksanakan ketentuan kedua.
3. Menghormati Aspirasi Umat
Diantara hak umat isalm adalah mengawasi roda pemerintahan sedetail mungkin dan aktif bermusyawarah berkenaan sesuatu yang dipandang baik, sedangkan kewajiban pemerintah adalah bermusyawarah dengan rakyat