Sebagaimana Negara-negara lain didunia, setiap periode lima tahunan di Indonesia juga diselenggrakan pesta demokrasi untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPD, DPRD Tk I, dan DPRD Tk.II. Pesta demokrasi tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit tetapi mampu menyedot dan menghabiskan dana APBN trilyunan rupiah, di sisi lain masih banyak masyarakat yang menjerit akibat kesulitan ekonomi; ada yang mengais-ngais rizki dari sisa-sisa makanan, ada yang makan nasi aking, tinggal dibedeng-bedeng bantaran sungai dan di pinggiran rel kereta api.Ironisnya kondisi masyarakat kelas bawah tersebut justru menjadi sasaran empuk kampanye para caleg partai peserta pemilu memberikan janji-janji muluk untuk membela dan menperjuangkan kesejahterakan mereka, dan masyarakatpun dibuat tak berdaya dengan slogan kampanye para caleg partai tersebut, bahkan ada sebagian yang mati-matian membela sampai titik darah penghabisan kepada caleg/partai yang didukungnya. baca selanjutnya…
Sayangi Ibumu
Setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai “Hari Ibu“. Bukan tanpa alasan penetapan tanggal yang menunjukkan peringatan sebagai Hari Ibu, kenapa bukan Hari Orang Tua. Apakah sosok seorang Ibu lebih mulia dibandingkan sosok Bapak/laki-laki? padahal dalam kehidupan sehari-hari sebutan ibu tidak akan terlepas dari sosok seorang Bapak, wanita disebut ibu karena punya suami laki-laki atau dipanggil “Bapak”, bahkan panggilan seorang Ibu dalam pergaulan sering dilekatkan dengan nama suaminya, bukan nama sebenarnya dari Ibu/wanita itu sendiri tetapi, contohnya suami namanya “Amir” sang istri namanya”Ida”, dipanggilnya “bu Amir” bukan “bu Ida” . baca selanjutnya…
Harapan Umar bin Khatab
“Saya senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas: tidak mendapat pahala dan tidak mendapat dosa“
Tanggung Jawab Umar bin Khatab
Seandainya seekor baghlah(hasil perkawinan silang himar dan kuda) terperosok di Irak, maka aku menganggap dirikulah yang harus bertanggung jawab atasnya di hadapan Alloh SWT; mengapa aku tidak meratakan jalan untuknya?
Tanah air menurut Islam
Pengertian tanah air dalam pengertian Islam yang merupakan penjabaran dari nasionalisme menurut Hasan Al-banna mencakup:
1. Mulai dari wilayah khusus, yaitu negara dimana seorang bertempat tinggal;
2. Kemudian membentang ke berbagai negeri Islam lainnya;
3. Kemudian meningkat menjadi seperti imperium Islam pertama yang telah dibangun oleh para pendahulu dengan darah mereka yang berharga, hingga panji Alloh dapat dikibarkan di sana. Dan hingga kini wilayah tersebut masih menyimpan peninggalan sejarah yang menceritakan jasa dan kemuliaan mereka;
4. Kemudian tanah air Islam yang mencakup seluruh dunia.
(Risalah Pergerakan)