Sebagaimana Negara-negara lain didunia, setiap periode lima tahunan di Indonesia juga diselenggrakan pesta demokrasi untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPD, DPRD Tk I, dan DPRD Tk.II. Pesta demokrasi tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit tetapi mampu menyedot dan menghabiskan dana APBN trilyunan rupiah, di sisi lain masih banyak masyarakat yang menjerit akibat kesulitan ekonomi; ada yang mengais-ngais rizki dari sisa-sisa makanan, ada yang makan nasi aking, tinggal dibedeng-bedeng bantaran sungai dan di pinggiran rel kereta api.Ironisnya kondisi masyarakat kelas bawah tersebut justru menjadi sasaran empuk kampanye para caleg partai peserta pemilu memberikan janji-janji muluk untuk membela dan menperjuangkan kesejahterakan mereka, dan masyarakatpun dibuat tak berdaya dengan slogan kampanye para caleg partai tersebut, bahkan ada sebagian yang mati-matian membela sampai titik darah penghabisan kepada caleg/partai yang didukungnya. baca selanjutnya…
-
Tulisan Terakhir
Kategori
Arsip
- Desember 2024
- November 2024
- Juli 2023
- Mei 2023
- Januari 2022
- November 2021
- September 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- November 2020
- Oktober 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Desember 2019
- Juni 2019
- April 2019
- Agustus 2017
- Maret 2017
- Februari 2017
- Oktober 2016
- Mei 2014
- Juni 2013
- Februari 2013
- Oktober 2012
- Mei 2012
- April 2012
- Maret 2012
- Februari 2012
- Januari 2012
Meta
-
Bergabung dengan 8 pelanggan lain